Oleh: Dwi Koendoro Brotoatmodjo
Penerbit: Mizan
Tebal: 104 halaman
Cetakan: I, Mei 1999

Penggemar komik strip Panji Koming yang juga sudah akrab dengan sosok
Ni Dyah Gembili, Ni Woro Ciblon, dan Pailul dapat menikmati polah
mereka melalui hidangan cerita yang masih halus sindirannya dari
koleksi yang pernah dimuat Kompas 23 tahun silam ini.

Kekhasan Dwi Koen adalah menyematkan satu-dua kalimat di awal cerita
supaya pembaca dapat mencerna betul apa yang hendak disampaikannya.
Banyak isu akurat yang masih segar, mulai dari isu penguasa yang
sewenang-wenang, pajak, pemboman Borobudur, mode, sampai kenakalan
remaja.

Lebaran tak ketinggalan. Seperti
melejitnya harga-harga (halaman 23) dan ‘setelah hari
raya..habis-habisan..’ (halaman 25). Sebuah teguran agar kita tidak
lupa diri, memperlakukan Idul Fitri sebagai pesta dan lebih memaknai
pelajaran yang diserap selama Ramadhan.

Dengan aneka ekspresi, karakter-karakter komik ini menghadirkan senyum
dan kegelian. Masih ditunjukkan pula oleh profil singkat Dwi Koen,
mengukuhkan bahwa ia mengalirkan buah pikiran dalam setiap goresan dan
balon kata.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)