“Da aku mah apa atuh, hanya kamus cetak yang dilirik waktu internet lagi demam.”

Maksudnya teman semeja saya, alias suami.

R: Kamu percaya nggak sama fitur Ctrl+F di Word?

A: Percaya. Kalau sampai kelewat, berarti salah ketik.

R: Maksudnya?

A: Misal saya mau ngecek “merupakan”, ya tulis aja “merup”. Lebih kena kalau masih ada yang salah. Terus kalau ngecek kesalahan penulisan “masyarakat”, saya ketiknya yang sering muncul. Contoh “masayarakat.” Yah, kayak kata kunci Google aja gitu.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Pelajaran Proofreading dari Tetangga Sebelah ”

  1. gravatar hume Reply
    April 18th, 2015

    minta blog-blog proofreader yg ada donk Mbak Nurul 🙂
    yg baru saya tahu katalogdini.blogspot.com
    Thanks

    • gravatar Rini Nurul Reply
      April 18th, 2015

      Memang jarang proofreader yang ngeblog. Saya hanya tahu Dita, Mbak Prita, dan Mery.

Leave a Reply

  • (not be published)