Semenjak awal tahun 2010, saya sempat berpikir untuk menyusun jadwal seperti yang dilakukan Femmy di blognya.

Keuntungannya jelas, mendisiplinkan diri sendiri dan mempermudah klien/calon klien melihat kapan jadwal saya available. Jujur saja, saya sering tergiur oleh tawaran menarik di tengah penggarapan suatu proyek walaupun buntutnya harus menolak (setelah menabahkan diri sekuat tenaga, dan kadang-kadang masih melamunkannya). Baru tahun ini saya bisa menolak tanpa merasa bersalah. Alasannya? Apa lagi kalau bukan badan dan otak yang harus diperhatikan haknya (baca: istirahat) dan urusan keluarga.

Persoalan teknis lain, terkadang suatu buku tidak bisa dipatok penyelesaiannya. Dengan kata lain, mundur. Salah satu penyebabnya adalah cara bertutur pengarang yang membutuhkan riset mendalam sehingga buku ternyata jauh lebih berat daripada yang diperkirakan. Risikonya, bila satu melar, antrean di belakang ikut ‘tergusur’.

Cukup melelahkan kalau jarak satu proyek dengan proyek lainnya kelewat rapat. Saya khawatir (dan memang pernah terjadi) ‘suasana’ cerita di buku sebelumnya terbawa ke buku berikut, padahal genrenya saja jauh berbeda. Semisal, gaya terjemahan klasik yang cenderung ‘mendayu’ terseret ke novel kontemporer yang relatif ringkas dan lugas. Walaupun demikian, saya tidak pernah ‘libur’ lama-lama, maksimal seminggu untuk penyegaran.

Karena satu dan lain hal, ada penerbit yang ‘keberatan’ calon bukunya dipublikasikan jauh-jauh hari. Wajar memang, sebab bila pre-promo terlalu awal dan pembaca sudah sering bertanya, bisa kehilangan greget ketika buku baru keluar, sedangkan kepastiannya sulit ditetapkan. Siasatnya dengan menyebutkan judul buku tetapi tanpa nama penerbit. Ada juga penerbit yang, berdasarkan pengamatan saya pula, meleluasakan pencantuman ini. Namun saya lebih suka ‘menginformasikannya’ bila perlu saja, misalnya dalam CV.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Penjadwalan ”

  1. gravatar lulu Reply
    May 30th, 2011

    Aku belum pernah punya jadwal terjemahan hingga beberapa bulan ke depan :p Ada kalanya klien ga mau waktu untuk mereka dimundurkan hingga 1-2 bulan ke depan, meski sudah kuinformasikan baru kosong tanggal sekian misalnya… Ingin juga bisa seperti contoh-contoh di atas… Eniwe, makasih postingannya, Rin 🙂

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      May 30th, 2011

      Iya Lul, insya Allah ke depannya bisa dan dapat klien yang bersedia menunggu:) Terima kasih ya, sudah berkunjung dan membaca tulisan ini.

Leave a Reply

  • (not be published)