Beberapa tahun silam, saya mendapat tawaran untuk (belajar) mengedit buku nonfiksi di sebuah penerbit yang sekarang sudah berpindah haluan. Beliau mengirimkan pengarahan yang sedikit-banyak membuat saya paham ihwal tugas dan tanggung jawab penyunting naskah, termasuk yang lokal seperti itu. Dalam e-mail, beliau menyampaikan bahwa judul dan daftar isi diubah. Beliau sendiri yang menulis ulang pilihan judul serta judul bab-babnya.

Kemudian ada satu poin yang membuat saya memeras otak:

Yang tidak saya sukai di naskah ini adalah sifat penulis yang sangat high profile, menggampangkan masalah. Ini perlu diedit dengan baik sehingga pembaca merasakan naskah ini masuk akal, tidak high profile lagi

Sepertinya saya belum terlalu berhasil saat itu, sebab masih ada koreksian dan pihak penerbit memberi saya nilai C untuk hasil penyuntingan karena ada yang luput dalam naskah. Sejak itu, saya tidak lagi takut mengubah atau merombak naskah, apalagi jika sudah diberi izin dalam instruksi.

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Penulis High Profile dan Perubahan Naskah ”

  1. gravatar lita Reply
    February 20th, 2012

    apa maksudnya dengan ‘penulis high profile’ Mbak? Kudu tahu nih.

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      February 20th, 2012

      Ya itu, menggampangkan masalah, Mbak. Misalnya ada tips finansial, menganjurkan menabung sekian persen dari pendapatan. Itu terkesan bisa dilakukan seketika, tidak menambahkan kata ‘mulai perlahan-lahan’ atau memberi tips lebih jauh soal menabung dengan sabar. Begitu.

Leave a Reply

  • (not be published)