perangmuhammad

Penulis : Dr. Nizar Abazhah
ISBN : 978-979-024-338-5
Ukuran : 13 × 20,5 cm
Halaman : 436/SC/Bookpaper

Di bawah kibar panji Rasulullah

Benar, banyak peperangan dan konfrontasi terjadi pada masa Nabi. Sekitar 10 tahun beliau tinggal di Madinah, terjadi 64 kali peperangan: 26 peperangan dipimpin Nabi sendiri dan selebihnya adalah pasukan utusan Nabi—melawan suku Quraisy dan kabilah-kabilah Arab.

Lantas, banyak orang—terutama orientalis dan mereka yang berkacamata sinis—menuding Islam tumbuh dari ayunan pedang dan Nabi Muhammad maniak perang. Di sisi lain, sebagian umat Islam menjadikan peperangan-Nabi sebagai legitimasi untuk melakukan kekerasan atas nama keyakinan.

Benarkah tudingan mereka? Tepatkah pertempuran Nabi dijadikan legitimasi untuk melakukan kekerasan? Apa relevansinya dengan zaman kita?

Buku ini menjawab dengan data yang kaya dan tepercaya. Dr. Nizar berhasil dengan lincah mengisahkan perang-perang Rasulullah yang masyhur dalam sejarah. Menggetarkan sekaligus menyadarkan kita apa sejatinya alasan dan tujuan Nabi berperang, bagaimana beliau memimpin pertempuran, bagaimana pasukan disiapkan, apa kriteria para pemimpin yang beliau pilih, serta apa nilai-nilai yang diteladankan.

Ulasan latar belakang setiap perang serta pencantuman ayat-ayat Al-Quran terkait kisah tertentu membuat buku ini kian kaya. Lebih kaya lagi, disuguhkan kisah tentang perang dingin, perang informasi, perang ekonomi, dan perang psikologis di mana Nabi unggul dalam semua jenis peperangan ini dan mengembangkannya sejauh mungkin supaya tidak meletus perang fisik. Bagi Nabi, perang fisik merupakan alternatif terakhir ketika situasi benar-benar memaksa.

Inilah karya berharga yang mencerahkan dan membantu kita melihat secara tepat perang pada masa Nabi serta memahami secara benar ajaran Al-Quran tentang perang.

DAFTAR ISI

Sebelum Bendera Itu Berkibar
Lembaran Awal: Jihad Periode Makkah
Prolog

BAB I: JIHAD PERIODE MADINAH I
Fase 1: Gerakan-Gerakan Awal Memasuki Bumi Madinah
Perang Waddan
Perang Buwath
Perang Dzul Usyairah
Perang Badar Pertama
Fase 2: Konfrontasi Awal Perang Badar Kubra: Puncak Perang Ekonomi
Perang Bani Qainuqa’
Fase 3: Pelajaran Menyakitkan
Penggerebekan Sawiq
Penggerebekan Qarqarah al-Kudr
Penggerebekan Dzu Amarr
Penggerebekan Buhran
Perang Uhud
Perang Hamra’ al-Asad
Dampak Perang Uhud
Perutusan al-Raji‘
Tragedi Sumur Ma‘unah
Serangan Bani Nadhir
Perang Badar Akhir
Ekspedisi Dzat al-Riqa‘
Ekspedisi Dumat al-Jandal
Ekspedisi Bani Mushthaliq (Muraisi‘)
Penutup
Fase 4: Penghujung Masa Bertahan
Ekspedisi Bani Quraizhah (Buntut Perang Khandaq)
Buah Perang Khandaq
Ekspedisi Bani Lihyan

BAB II: JIHAD PERIODE MADINAH II
Fase 1: Gencatan Senjata
Pengantar
Perdamaian Hudaibiyah
Pelajaran dan Buah Manis Perjanjian Hudaibiyah
Perang Ghabah
Fase 2: Perang Khaibar
Fase 3: Perjumpaan Awal dengan Pihak Asing
Perang Mu’tah
Buah Manis Pertempuran Mu`tah
Pasca-Mu‘tah
Fase 4: Penaklukan Makkah
Pelanggaran terhadap Perjanjian Hudaibiyah

BAB III: JIHAD PASCA-PENAKLUKAN MAKKAH
Fase 1: Ujian Baru
Pengantar
Perang Hunain
Perang Thaif
Detasemen Pasca-Hunain dan Thaif
Fase 2: Perang Tabuk
Akhir Peperangan Nabi
Fase 3: Detasmen-detasemen Akhir

BAB IV: PERANG NONMILITER
Prolog
Fase 1: Perang Informasi
Fase 2: Perang Ekonomi
Fase 3: Perang Psikologis

BAB V: STUDI DAN ANALISIS
Bagian 1: Motif dan Tujuan Peperangan Nabi
Bagian 2: Kepemimpinan Nabi
Bagian 3: Panglima-panglima Rasulullah
Bagian 4: Tentara Rasulullah
Sifat dan Karakteristik Tentara Muslim
Pribadi-pribadi Tentara Muslim
Tentara Cadangan (Anak-anak dan Perempuan)
Senjata dan Upaya Mempersenjatai Pasukan
Bagian 5: Hukum Humaniter Islam (Etika Perang)
Prinsip-prinsip Hukum Humaniter Islam Internasional
Penutup
Harta Ganimah

SUPLEMEN
Wasiat Umar ibn al-Khaththab Seputar Perang

Sumber: FB Penerbit Serambi

 

Secara umum, penerjemahan buku ini tergolong bagus dan kaya diksi. Berikut petikan penyuntingannya sebelum dicek ulang oleh editor in house.

perangmuhammad

Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)