Rasanya seperti mimpi. Ketika dihubungi editor GPU satu ini, Meilia Kusumadewi, saya menduga-duga akan diserahi proyek berbahasa Prancis sebab Mei pernah menangani penyuntingan komik seri Natalie. Begitu bertukar email, ia bertanya kalau-kalau saya menentukan spesialisasi. Ini pertanyaan yang cukup sering dilontarkan kolega editor ketika baru pertama kali berkenalan. Saya jawab, saya terima genre apa saja untuk belajar dan menambah pengalaman. Lagi pula rasanya canggung pilih-pilih pada kerja sama pertama:)

Sampai malam kami saling berbalas email, bahkan kabarnya sang editor sempat mengecek dalam perjalanan pulang kantor. Ketika ditawari menyunting karya Isabel Allende, saya langsung menjawab, “Mau!”:)) Di meja saya sampai sekarang, masih ada satu novel Allende terbitan GPU yang terjemahannya bagus sekali dan bergenre lebih ‘berat’ sehingga saya merasa sayang untuk buru-buru menyelesaikannya. Tapi buku ini lain, dan saya makin tertarik saat menilik di Goodreads. Apalagi penerjemahnya adalah Fanny Yuanita, adik Mbak Poppy, yang sudah mengalihbahasakan Cat and Stinkwater. Saya sudah punya juga buku itu tapi belum sempat dibaca dalam rangka referensi ‘pengenalan’ gaya sebab tergolong buku anak.

Sambil menunggu buku aslinya datang (kurirnya baru dan sepertinya bingung mencari alamat saya yang antah berantah ini, mungkin bagaikan mencari City of the Beasts itu sendiri:D), saya mengontak Fanny di FB kemudian berbincang-bincang ringan karena file terjemahannya sudah saya terima lebih dulu via email. Tolok ukurnya jelas, penerjemah menyukai cerita secara keseluruhan dan tentu saja saya lebih mudah bekerja karenanya. Rajinnya lagi, Fanny mengetik terjemahan ini dengan spasi ganda. Mungkin sudah berfirasat dapat penyunting bermata silindris.

Semula saya menduga buku ini fantasi berbau sihir, tapi begitu beranjak ke bab-bab berikutnya, sangat mengasyikkan! Petualangan di Amazon, bertemu orang Indian (saya suka sekali cerita menyangkut Indian, sampai-sampai nomik Karl May saya jaga betul di lemari padahal tadinya hendak dihadiahkan pada keponakan:))), karakterisasinya kuat, dan bernapas maskulin. Dengan segera, adegan-adegan dan lokasi terbayang seperti film saja karena saya amat menikmatinya. Koreksi terjemahan pun relatif tidak berat, oleh sebab itu saya mampu menuntaskan pekerjaan ini dalam kurang lebih sepuluh hari. Masukan dari saya dan Mei, editor GPU, saya tembuskan ke Fanny dan ia menerima dengan penuh semangat. Lagi-lagi poin plus yang menyenangkan:D

Di samping itu, sedari mula saya berterus terang pada Mei tengah mengerjakan suntingan untuk penerbit yang sama namun penanggung jawabnya berbeda. Maka terjalin kesepakatan dengan Mbak editor tersebut dan beliau setuju sehingga diatur sedemikian rupa agar tenggat tidak ‘saling mengganggu’. Alhamdulillah, keduanya dapat rampung tepat waktu. Saya dan Fanny dilibatkan dalam diskusi desain sampul, kemudian saya dimintai ide judul bahasa Indonesianya juga. Sungguh tidak sangka, dalam jarak dua bulan dari penyerahan suntingan, buku ini terbit:)

Semoga memuaskan dan berkenan pula di hati pembaca.

Omong-omong, karakter favorit saya di sini adalah Kate. Seorang penulis yang sudah berusia enam puluh tahunan dan nyentrik.

Insya Allah, City of the Beasts sudah beredar di toko-toko buku mulai tanggal 15 Desember ini. Sinopsis bisa ditengok di sana.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

4 Responses to “ Pertama Kali Menyunting Fantasi: City of the Beasts (Isabel Allende) ”

  1. gravatar nita Reply
    December 10th, 2011

    aw senangnya baca perjalanan buku ini Rin. Selamat yaaa ^_^
    covernya keren deh!

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      December 10th, 2011

      Alhamdulillah. Makasih banyak, Mbak Nita ^_^

  2. gravatar mery Reply
    December 10th, 2011

    Huaaaa kurang lebih 10 hari? Teteeeeh keren >.<
    bagaimana caranya bisa gitu? Hehehe…

    Oh iya, wajib beli ini. 😀

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      December 10th, 2011

      Caranya adalah… kerjakan saja dan nikmati, hihihi. Makasih, Mer, masih dalam bimbingan Mei, kok. Nanti ada cerita lainnya:D

Leave a Reply

  • (not be published)