Masih banyak yang belum paham cara kerja proofreader. Bahkan ada yang mengira tugasnya adalah menulis resensi. Sebutan lain proofreader adalah korektor. Ada yang mensyaratkan berlatar belakang akademis editing, ada yang tidak. Ini berkaitan dengan simbol-simbol pemeriksaan dan mirip steno. Akan tetapi hal ini sudah dapat disiasati dengan fitur Track Changes di Word untuk membedakan siapa mengerjakan yang mana. Tampilannya seperti dalam gambar di bawah ini.

Materi kerja proofreader kadang berupa hardcopy, kadang softcopy, terutama yang outsource (freelance). Tenggatnya tiga hari sampai dua minggu per naskah.

Dalam hierarki, proofreader berada di bawah editor, namun pekerjaannya sungguh tidak mudah dan membutuhkan kecermatan tinggi. Apa saja yang diperiksa? Berikut kutipan informasi dari seorang editor mengenai tugas proofreader.

1. Ejaan. Secara umum mengacu pada KBBI, namun ada beberapa kata yang merupakan gaya selingkung penerbit

2. Pemenggalan kata. Mengacu pada KBBI.

3. Konsistensi nama dan istilah.

4. Judul dan penomoran bab.

5. Tanda baca.

 

Syarat mutlak proofreader adalah cermat, sabar, tekun, dan memperhatikan selingkung.

Tujuh tahun lalu, saya pernah menjadi proofreader lepas terjemahan Arab setelah melampaui tes. Berdasarkan hasil, klasifikasi saya masih proofreader “belaka”. Menurut klien, “Karena itu kami hanya memberikan order proofreader, sedangkan order editor akan diberikan apabila hasil order proofreader dinilai mendekati kualifikasi editan.”

Saat itu, arahan sistem kerjanya sebagai berikut:

Bentuk Kerja:

a)      Membaca ulang keseluruhan naskah terjemahan dengan asumsi bahwa proofreader tidak mengetahui bahasa Arab.

b)     Memperbaiki susunan kalimat yang sulit dipahami atau tidak sesuai dengan EYD.

c)      Memberikan evaluasi kelebihan dan kekurangan naskah dari segi bahasa indonesia secara tertulis (diutamakan memberikan contoh kalimat apabila terdapat kekurangan atau kesalahan)

 

2.  Operasional Kerja:

a)      Apabila terdapat kalimat yang tidak dapat dipahami, diberi tanda warna dengan ketentuan:

  • Tanda Merah =  Apabila kalimat tidak dapat dipahami, rancu, atau kontradiksi dengan kalimat sebelumnya
  • Tanda Kuning= Apabila terdapat susunan kalimat yang masih diragukan ketepatan hasil terjemahnya secara pemahaman bahasa indonesia.
  • Tanda Hijau = Apabila terjadi perubahan secara makna, baik pada kata maupun kalimat. Misalnya kata ganti orang (kata “saya” diubah menjadi “Anda”)

b)     Proofreader berhak tanpa memberikan tanda warna:

  • Mengubah susunan kalimat atau mengganti pilihan kata apabila dirasa kurang enak dibaca dan kurang tepat penggunaan pilihan katanya, atau menyalahi EYD.
  • Dibolehkan meringkas kalimat yang dinilai bertele-tele atau terjadi pengulangan yang dirasa tidak perlu untuk dituliskan.

 

3.  Target kerja Proofreader

a)      Susunan kalimat mudah dicerna dan dapat dipahami oleh pembaca, sehingga tidak ada susunan kalimat yang tidak dapat dipahami maknanya oleh semua kalangan.

b)     Susunan kalimat sesuai EYD

Meminimalkan kesalahan ketikan pada naskah terjemah.

 

Berhubung kebijakannya tidak mengharuskan Track Changes, tes yang saya kerjakan seperti ini:

tespruf

Umumnya honor editor di bawah penulis dan penerjemah, demikian pula proofreader lebih rendah daripada editor, tetapi keberadaannya amat penting. Di sebuah kantor penerbitan, proofreading merupakan tugas seorang asisten editor. Editor kepala kenalan saya menyatakan betapa tidak kecilnya kontribusi sang proofreader tatkala menelisik naskah, sampai-sampai dialah yang merasakan bahwa suatu adegan terasa kurang masuk akal dikarenakan penulisan dan/atau penerjemahannya. Saat itulah naskah dikembalikan kepada editor untuk dikoreksi ulang.

Lumrah saja bila ‘tetek bengek’ seperti titik koma dan huruf besar-kecil menjadi tanggung jawab proofreader sebab editor in house tidak selalu berurusan dengan teks, melainkan saran konsep promosi, mencari penulis/penerjemah serta berkomunikasi dengannya, menyiapkan SPK untuk diteruskan kepada bagian keuangan, diskusi dengan desainer, dan masih banyak lagi. Apakah tugas proofreader mudah? Bayangkan jika teks di bawah ini harus Anda periksa.

dilla geram bukan main ketika Panitia sebuah Bursa Kerja memungut tarif karcis masuk sebesar 8.000 per orang. tepat di depannya berdiri seorang pria setengah baya memeluk berkas-berkas. diam-diam dilla mundur dari kerumunan di Pintu Masuk. belakangan ia mendengar bahwa perusahaan peserta bursa tersebut hanya sedikit dan lowongan yang tersedia rata-rata sales.

sejak itu dilla berhenti melamar pekerjaan secara langsung ia tak sanggup melihat wajah-wajah penuh harap yagn menjadi pesaingnya.

Atau teks bahasa Inggris dalam kondisi seperti ini

the owls are an order of birds of prey. most are solitary, and nocturnal, withsome exceptions (e.g. the burrowing owl). they are classified in the order strigiformes, in which there are over 200 extant species. owls mostly hunt small mammals, insects, and other birds, though a few species specialize in hunting fish. they are found in all regions of the earth except antarctica, most of

greenland, and some remote islands. though owls are typically solitary, the literary collective noun for a group of owls is a parliament.

 

the living owls are divided into two families, the typical owls, strigidae, and the barn-owls, tytonidae.

contents

 

1 description

 

2 behavior

 

3 evolution and systematics

 

3.1 ogygoptyngidae

 

3.2 protostrigidae

Di beberapa penerbit, penulis diberi copy hasil suntingan untuk diperiksa proof-nya dan dikembalikan sebelum naik cetak dalam tempo relatif singkat. Terkait proofreader sendiri, ada penerbit yang menetapkan kebijakan mencantumkan nama proofreader lepas, ada juga yang tidak. Belum lama ini saya diceritai seorang kolega bahwa di penerbit tertentu, merujuk KBBI terbaru benar-benar mutlak sehingga proofreader lepas yang belum memilikinya bisa mencicil di penerbit bersangkutan.

Ada juga proofreader yang tugasnya hanya berbeda tipis dengan menyunting sehingga diperbolehkan memberi saran diksi dan mengecek ulang hal-hal lain di luar poin yang sudah dijabarkan di atas. Sewaktu menerjemahkan dan/atau mengedit, sebenarnya kita juga merangkap proofreader kelas minor. Contohnya ketika saya mengerjakan daftar isi ini.

Seperti halnya penyunting, proofreader pun kerap ‘dituding’ apabila terjadi kekeliruan pada naskah yang ditanganinya setelah berbentuk buku dan beredar di pasaran. Simak cerita Dita, proofreader yang sudah menangani banyak naskah. Juga pengalaman saya mem-proof buku ini, ini, dan itu.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

31 Responses to “ Proofreader, Sang Peneliti Teks ”

  1. gravatar Aini Reply
    March 1st, 2011

    Ini pekerjaan berat, lho. Musti telitiiiiii banget.
    Kalau buat aku, proofreader itu ibarat pembaca pertama.
    Dulu waktu masih jadi editor in house, biasanya aku minta feedback dari proofreader. Ceritanya gimana? Seru? Bahasanya gimana? Terjemahannya gimana? Bagus? (Sekalian evaluasi penerjemah :D)

    • gravatar Rini Nurul Reply
      March 1st, 2011

      Betul, biasanya para proofreader sangat peka:)
      Aku inget dulu sering gatal, karena ingin mengubah kalimat tapi nggak boleh, hanya nandain dan memberi saran kalau mau:D

  2. gravatar novi khansa Reply
    March 2nd, 2011

    Mbak Rini, izin copas ya untuk di blog 🙂

    Pengalamanku sebagai proofreader bikin mata merem-melek, hehe

    Aku masih harus banyak belajar, euy…

    • gravatar Rini Nurul Reply
      March 2nd, 2011

      Silakan, Novi, yang penting URL halaman ini dicantumkan.

  3. gravatar Jimmy Reply
    March 2nd, 2011

    Ada satu typo, Rin..

    Di sebuh kantor penerbitan, proofreading merupakan tugas…

    Mungkin maksudnya “Di sebuah …”

    Wahh..aku sepertinya punya bakat jadi proofreader hehe…

    • gravatar Rini Nurul Reply
      March 3rd, 2011

      Hehehe, makasih, Jim. Sudah kuperbaiki.

  4. gravatar Andria Reply
    May 13th, 2011

    Mau dong jadi proofreader yang bisa kerja dari rumah…

  5. gravatar selviya hanna Reply
    May 14th, 2011

    Wah, enak ya kalau di penerbit itu ada orang yang khusus in-charge untuk proofreading. Selama ini di penerbit yang pernah kumasuki, proofreading menjadi bagian dari job-desc editor T.T Risikonya, ya masih ada typo yang tertinggal karena sang editor sudah ‘bleneg’ ngeliatin tulisan yang sudah dibacanya 3-4 kali. Hohoho

    • gravatar Rini Nurul Reply
      May 14th, 2011

      Atau jadi kesempatan buat proofreader freelance? Hihihi, maunya…

      • gravatar selviya Reply
        May 16th, 2011

        Wah, waktu itu memang katanya mau di-outsource, Mbak Rini. Coba nanti aku tanyakan lagi, masih mau nyari proofreader gak 🙂

        • gravatar Rini Nurul Reply
          May 16th, 2011

          Terima kasih, Selvy:)

  6. gravatar Dani Reply
    December 6th, 2011

    Mbak, izin copas ya, tentu dengan mencantumkan url blog ini 🙂
    nuhun

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      December 6th, 2011

      Silakan, Dani. Sami-sami:)

  7. gravatar Nadia Reply
    January 13th, 2012

    Mbak, izin share di fb-ku yah. It’s worth it! Kepenasaranku tentang Proofreader lumayan terjawab. Oia mbak, kalau reviewer seperti apa ya?
    Thank u

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      January 14th, 2012

      Silakan. Maksudnya reviewer gimana, ya? Resensor? Atau penilai naskah atas kelayakan terbitnya?

  8. gravatar dedehsh Reply
    March 24th, 2014

    Makasih banyak, Teh. Jadi terang benderang. 🙂

    • gravatar Rini Nurul Reply
      April 2nd, 2014

      Alhamdulillah. Terima kasih kembali, Teh:)

  9. gravatar farida Reply
    January 10th, 2015

    makasih infonya mbak rini, jadi tahu 🙂

  10. gravatar Ryan M Reply
    February 2nd, 2015

    Terimakasih sharingnya, Mbak. Sepertinya saya pernah dengar nama Mbak, dulu pernah ikut milis namabayi? Maaf kalo salah…

    • gravatar Rini Nurul Reply
      February 2nd, 2015

      Iya, Mas.

  11. gravatar Desak Pusparini Reply
    April 6th, 2015

    Mbak Rini, terima kasih atas tulisannya. Artikel ini sangat membantu saya ketika minggu lalu seorang teman minta saya menjadi proofreader untuk terjemahannya. Terjemahan Prancis-Indonesia pula. 😀 Dan itu adalah saat saya pertama kali menjadi seorang proofreader. Kalau saja bahasa sumbernya bahasa Inggris, saya ingin melihat sumbernya. Ada beberapa kalimat yang ingin saya ubah susunannya agar lebih enak dibaca, tapi saya ragu. Saya khawatir seorang proofreader tak boleh mengubah susunan kalimat.
    Tapi kemudian si teman membebaskan saya mengubah apa pun yang perlu diubah. Dan, setelah membaca artikel ini, ternyata proofreader memang boleh mengubah kalimat kalau memang diperlukan. 😀

    Hatur nuhun. 🙂

    • gravatar Rini Nurul Reply
      April 7th, 2015

      Terima kasih kembali, Mbok Desak. Itu tergantung kesepakatan dengan klien. Belum lama ini saya mem-proofread teks, saya bubuhkan saja catatan di komentar:)

  12. gravatar imelda Reply
    October 26th, 2015

    Halo mbak. Ini pekerjaan saya di kantor yg sekarang. Ketika klien-klien kami membuat company profile, kalender dan material promosi lainnya, sayalah yang bertugas memproofreading. Saya ingin mengembangkan passion ini menjadi seorang freelancer proofreading. Apakah mbak punya link untuk menjadi freelance proofreading? Mungkin untuk pemula seperti saya, memproofread buku anak-anak dulu saja. Terima kasih mbak

    • gravatar Rini Nurul Reply
      October 26th, 2015

      Maaf Mbak, saya tidak bisa memberikan kontak relasi editor. Barangkali artikel ini cocok untuk Mbak, bisa diterapkan untuk calon proofreader buku juga.

  13. gravatar sierra fatiha Reply
    November 12th, 2015

    mbak rini, bbrpa hari yg lalu saya dimintai tolong oleh seorang teman untuk menjadi proofreader disertasinya dalam bahasa inggris. sya blm pernah jadi proofreader sblmnya dan ini adalah disertasi. saya minta saran dari mbak apa yg harus saya lakukan sblm saya mem-proofreading disertasi teman saya tersebut. apakah saya boleh menyanggupinya sdgkan saya belum pernah menjadi proofreader?

    • gravatar Rini Nurul Reply
      November 13th, 2015

      Sudah saya jawab di e-mail, Mbak:)

  14. gravatar Andi Reply
    December 12th, 2015

    Mohon maaf siapa tahu memiliki info tentang jasa proofreader di jakarta yang biasa menerjemahkan disertasi kedokteran. Jika ada mohon email. Terima kasih banyak

    • gravatar Rini Nurul Reply
      December 15th, 2015

      Mungkin maksudnya penerjemah ya, bukan proofreader.

  15. gravatar marfa Reply
    January 5th, 2016

    kalo sama editor harus teliti mana mba?

    • gravatar Rini Nurul Reply
      January 6th, 2016

      Dua-duanya harus teliti, Mbak. Sebaiknya editor jangan mengandalkan proofreader, dan juga sebaliknya. Hanya saja wilayah editor bersentuhan dengan konten, sedangkan proofreader menyangkut unsur lain yang “tampak kecil” tapi banyak dan penting.

  16. gravatar siti julaiha Reply
    January 30th, 2017

    kalau mau pekerjaan sebagai proofreader bagaimana caranya ya mba? saya baru mulai tertarik dengan jenis pekerjaan ini tp tidak tahu bagaimana cara memulainya

Leave a Reply

  • (not be published)