goodreads.com

Penulis: Michelle Zink

Penerjemah: Ida Wajdi

Editor: Aisyah

Penerbit: Matahati, 2011

Tebal: 359 halaman

 

Kakak-adik perempuan belum tentu bisa akur dan kompak. Menariknya, novel ini mematahkan premis bahwa saudara kembar bisa saling ‘merasakan’ dan ikatan batinnya lebih erat ketimbang yang bukan kembar sehingga senantiasa mesra sebagai kakak-adik. Selain terobosan karakter itu, posisi Alice, Lia dan Henry persis saya di rumah (meski bukan anak kembar).

Sepanjang cerita, suasana muram mengurung. Ada kematian, perubahan, penyingkapan rahasia yang lama dipendam, ditambah mantra-mantra dan adu kemampuan. Sebagaimana kebanyakan seri fantasi, pengarang mengungkapkannya secara mencicil sehingga alur terasa pelan meski tidak mengurangi kadar gelapnya. Saya menghindari membaca malam-malam, bukan karena seram, tapi sering terbawa mimpi. Pasti lelah sekali jika seperti Lia, tiap malam bukannya istirahat malah berkelana ke mana-mana.

Saya suka sekali trailer-nya ini. Sumber

Kemencekaman masih pekat karena seatap dengan orang yang membenci kita lebih dari sekadar tidak nyaman. Mengingat ini buku pertama, lumrah rasanya bila saya masih beradaptasi lamat-lamat dengan peristilahan yang ada. Elemen yang digunakan Michelle Zink untuk menghidupkan fantasi suram itu cukup paten, antara lain buku dan bahasa kuno. Juga kematian seseorang.

Skor: 3/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Prophecy of the Sisters ”

  1. gravatar lulu Reply
    February 21st, 2012

    uhuy… tunggu nomor duanya ya^^

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      February 21st, 2012

      Aku sabar menunggu ^_^

Leave a Reply

  • (not be published)