flixster.com

Sumber gambar

Sejak awal, film yang terkesan ‘pelan’ dan ‘sepi’ ini sudah memberi saya pesan moral: hati-hati ketika berada di kebun orang. Jangan sampai menginjak bunga, apalagi yang baru ditanam si empunya.

Apa yang harus dilakukan pasangan suami-istri ketika anak mereka satu-satunya meninggal dunia? Becca (Nicole Kidman) memilih menutup diri, enggan mengikuti grup konseling (semacam berbagi rasa dengan para orangtua lain yang senasib) dan muak dengan semua itu. Ia meninggalkan grup tersebut tak peduli kritik ibunya (Dianne Wiest) yang membandingkan dengan pengalaman sendiri. Keadaan semakin buruk tatkala Izzy, adik Becca, mengandung.

Spoiler Inside SelectShow

Bahkan kumpul-kumpul untuk acara ulang tahun sang adik saja jadi serbasalah. Becca bingung menentukan hadiah, dan dari sini saya tahu bahwa hadiah boleh ditukar apabila dianggap kurang berkenan/tidak bermanfaat bagi si penerima. Alur kian menarik diikuti karena eksplorasi hubungan Becca-Izzy-ibu mereka yang sensitif, khususnya Becca dan ibunya. Permainan emosi yang memikat.

You know what I wish?  I wish you would stop comparing Danny to Arthur!  Danny was a four-year-old boy who chased his dog into the street!  Arthur was a thirty-year- old heroin addict who OD’d!  Frankly I resent how you keep  lumping them together!”

Sumber kutipan

Suami Becca, Howie (Aaron Eckhart), punya cara khusus yang berbeda. Ia tidak ingin menghapus kenangan akan Danny, tiap malam memutar video mengenai bocah yang tewas tertabrak di depan rumah itu. Sementara Becca menemui Jason, si penabrak, Howie tetap hadir di grup dan berbincang-bincang dengan Gabby (Sandra Oh), anggota lain.

Spoiler Inside SelectShow
.

Dukacita akibat kepergian anak bisa mengakibatkan pengaruh besar dalam jangka panjang, seperti dalam film The Other Woman dan The Girl in the Park. Mampukah Becca dan Howie menanggulanginya? Dan apa kaitannya dengan rabbit hole? Silakan Anda cari tahu.

Film yang realistis dan dalam, menurut saya.

Skor: 4/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Rabbit Hole (2010) ”

  1. gravatar Nurchasanah Reply
    February 10th, 2012

    betul, jangan ditonton malem-malem … pasti ngantuk. saya nonton belum selesai mbak. udah sedih duluan nonton nicole kidmannya. :p

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      February 11th, 2012

      Iya, tapi jauh lebih bagus daripada Birth yang nggak jelas juntrungannya itu menurutku:)

Leave a Reply

  • (not be published)