flixster.com

Kalau tidak salah, ini film thriller India pertama yang saya tonton. Nontonnya pun nyicil sejak menyunting sebuah novel thriller India pertengahan tahun silam. Sedari awal, jalan ceritanya mengingatkan pada salah satu karya Sidney Sheldon yang amat saya sukai: The Best Laid Plans. Berbau politik, konspirasi dan campur tangan media.

Kepada siapakah kita harus percaya? Vijay Mallik selama tiga puluh tahun memperjuangkan India 24-7 tetap bersih, namun kini tanda-tanda kebangkrutan mulai tampak. Ia berusaha mendengarkan diri sendiri yang meyakini stasiun televisinya bisa bertahan, hingga menampik tawaran sang menantu, Naveen, untuk menerima investor.

Tapi ada otak lain yang terusik oleh ide Naveen ini. Jay Mallik, putra Vijay yang ikut berkiprah dalam pertelevisian tersebut dan baru pulang dari Amerika. Dan di situlah maksud baik ternoda oleh ambisi.

Rann berbicara ihwal kekuasaan dan uang yang dipelintir dengan aneka cara. India yang diterpa kekisruhan, potret media yang terhuyung-huyung demi eksistensi dan persaingan tidak sehat, serta figur seorang jurnalis yang berusaha mendengarkan hati nurani. Pesannya: jangan pernah tenang-tenang mengira suatu kejahatan tak akan terbongkar. Pasti ada yang tahu.

Kejutan-kejutan ala thriller-nya saya suka sekali. Sesuai prinsip Vijay Mallik, harus selalu ada bukti. Dan dalam klimaks ia berkata, “Seharusnya media menjadi tujuan, sedangkan uang hanya alat. Tapi malah uang yang jadi tujuan, media hanya perantaranya.”

Skor: 4,5/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

PREVIOUS ARTICLE

Leave a Reply

  • (not be published)