flixster.com

Rasanya sudah lama sekali kami tidak menonton film laga Mandarin yang benar-benar memuaskan. Insting saya menuntun untuk memilih film ini semata karena ada Michelle Yeoh dan Jung Woo-sung (kolaborasi antarnegara seperti ini sepertinya masih menjadi tren dan jadi daya tarik, memang).

Nilai tambah sudah tampak dari adegan-adegannya, bahkan Mas Agus berminat menonton sedikit demi sedikit. Sekitar lima hari kami baru bisa menyelesaikan nonton, karena DVD-nya bermasalah dan kami harus sabar berganti-ganti dari player ke DVD eksternal.

Dengan sendirinya, kami menangkap pesan yang berbeda. Adegan tarung yang selalu berlangsung malam hari ditafsirkan Mas Agus, “Orang-orang yang tidak kenal lelah beraktivitas.” Sedangkan menurut saya, film ini bicara tentang dendam dan kesempatan kedua. Dan bahwa waktu mengubah manusia, meski pada titik tertentu ada masa lalu yang tak bisa ditepiskan.

Setelah tamat, baru sadar sutradaranya John Woo. Perlu komentar apa lagi? Pokoknya seru:D

Catatan: Barangkali Anda ingin melihat Barbie Hsu bukan jadi gadis manis, saksikan film keren ini.

Skor: 5/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)