Ini sekadar istilah rekaan sendiri. Nad, kawan sesama penerjemah dan editor, pernah mengatakan di suatu tahun bahwa melihat gambar dapat membantu memperjelas suatu makna atau deskripsi. Saya sependapat, utamanya ketika sukar membayangkan sesuatu dalam terjemahan. Selain mengatasi kejenuhan, adakalanya saya membutuhkan bantuan audio visual untuk memperhidup suatu adegan/cerita dalam benak ketika menyunting.

Kalau tak sempat nonton film, video pun sangat bermanfaat. Misalnya ini:

Adegan favorit saya dalam A Few Good Men untuk menghadirkan ketegangan sidang sewaktu menyunting The Appeal.

 

Juga adegan emosional dalam A Time to Kill ini. Saya memerlukan penghayatan dan pembiasaan dengan dialek, yang kadang dipakai John Grisham di beberapa karakter.

 

Yang ini saya tonton untuk menunjang riset menerjemahkan City of Stars.

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)