Sekalipun ini salah satu genre favorit saya, bukan berarti tidak ada kekurangannya.

Mulai dari film How To Lose A Guy in 10 Days yang saya tonton di televisi, saya merasakan betapa seringnya akhir yang mirip. Akhir bahagia asyik saja sih, asalkan proses menuju sana tidak begitu-begitu lagi. Tapi saya lelah menyaksikan adegan tokoh perempuan mengejar lelaki ke bandara atau stasiun kereta api, atau sebaliknya. Banyak penerbangan batal atau ditunda sekalipun si penumpang sudah naik pesawat, dan sepertinya tidak ada yang keberatan. Betapa banyak tiket hangus gara-gara sepasang sejoli yang berubah pikiran.

Berikut beberapa film mengandung adegan kejar-kejaran untuk mencegah si dia pergi yang saya ingat. Untuk yang belum nonton, maaf ya:

  1. Only You
  2. Life As We Know It
  3. The Wedding Planner
  4. Bride Wars
  5. The Wedding Date
  6. Ten Things I Hate About You

Yang paling bikin geleng-geleng jika demi akhir bahagia itu ceritanya “maksa”. Altar sudah di depan mata, gaun pengantin sudah di badan, lalu semuanya batal begitu saja. Bahkan si mempelai wanita langsung menikah dengan teman atau saudara calon suaminya. Di While You Were Sleeping ini terasa manis, tapi saat saya nonton Accidental Husband, kok keterlaluan banget mudahnya. Masa mantan tunangan tidak sakit hati atau marah… misalnya seperti di You Will Meet A Tall Dark Stranger?

Saya pernah baca cerita macam ini di novel Indonesia yang sangat ternama.

Di samping kejar-kejaran ini, ada elemen cerita komedi romantis yang “khas”. Patah hati, berhenti kerja. Putus cinta, pindah kota. Sepertinya menjalani hidup baru tinggal menjentikkan jari saja.

Karena itulah saya sulit melupakan Jerry Maguire. Begitu unik dan masuk akal penuturan penyesalannya. Demikian pula 500 Days of Summer yang “adil” untuk sang pemeran utama dan 50/50 yang memang bukan komedi romantis total namun kece banget akhirnya. Atau Prime yang mengandung realita dunia orang dewasa.

Barangkali itulah penyebab saya lebih sering nonton drama atau thriller belakangan ini.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Segi Membosankan Film Komedi Romantis ”

  1. gravatar Femmy Syahrani Reply
    December 29th, 2013

    Aku juga suka banget 500 Days of Summer. Suka pas mereka ketemu di bangku taman.

    • gravatar Rini Nurul Reply
      December 30th, 2013

      Oh ya, itu adegan yang paling menarik, Fem:)

Leave a Reply

  • (not be published)