Dari catatan editor sebuah penerbitan beberapa tahun silam, saya belajar banyak ihwal ketelitian dan kecermatan.

Contoh 1

Kalimat sumber

I have just returned from a visit to my landlord–the solitary

neighbour that I shall be troubled with. 

Terjemahan

Aku baru saja kembali dari kunjungan ke tempat tuan tanah  —tetangga penyendiri yang akan menyulitkanku. 

Koreksi

Aku baru saja kembali dari kunjungan ke tempat tuan tanah pemilik rumah yang kusewa —satu-satunya orang yang akan menjadi tetanggaku. 

 

Contoh 2

Kalimat sumber

A capital fellow!  He little imagined how my heart warmed towards him when I beheld his black eyes withdraw so suspiciously under their brows

Terjemahan

Seorang teman baik!  Ia tentu tak dapat membayangkan betapa hangatnya rasa hatiku ketika kutangkap mata legamnya menyipit penuh curiga di bawah alis

Koreksi

Dia sungguh orang yang luar biasa. Pasti tak terbayang olehnya, betapa hangat rasa hatiku ketika kutangkap mata legamnya menyipit penuh curiga di bawah alisnya

 

Contoh 3

Kalimat sumber

The ‘walk in’ was uttered with closed teeth, and expressed the sentiment, ‘Go to the Deuce:’ even the gate over which he leant manifested no sympathising movement to the words; and I think that circumstance determined me to accept the invitation: I felt interested in a man who seemed more exaggeratedly reserved than myself.

Terjemahan

Kata ‘masuklah’ diucapkan dengan gigi beradu, dan nadanya seolah mengatakan ‘Enyah kau’ walaupun gerbang yang disandari lelaki itu tidak memperlihatkan tanda-tanda demikian; dan kurasa kondisi itu mengharuskanku menerima ajakannya: aku merasa tertarik pada orang yang nampak jauh lebih tidak ramah daripada diriku sendiri.

Koreksi

Kata “masuklah” itu diucapkannya dengan gigi-gigi terkatup, dan nadanya seolah mengatakan “Persetan kau” Bahkan gerbang tempat ia bersandar juga tidak berkesan menyambutku ; tapi kurasa sikapnya itu justru menguatkan tekadku untuk menerima ajakannya: aku merasa tertarik pada orang ini, yang tampak jauh lebih tidak bersahabat daripada diriku sendiri.

Menerjemahkan klasik memang luar biasa berat.

 

 

 

 

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)