Berhubung printer 3 in 1 sedang difungsikan untuk usaha kecil kami, terasa repot jika harus mondar-mandir turun gunung pada masa berangin keras (istilah kerennya, cuaca ekstrem) seperti sekarang ini. Ada cerita kocak ketika berbelanja printer ini di toko komputer langganan.

Customer Service: “Pak Agus, gimana bisnis tahun 2011?”

Mas Agus: “Ya, samalah seperti di sini.”

Customer Service: “Untuk tahun ini, sudah ada gambaran?”

Mas Agus: “Sudah dong, makanya beli printer.”

Catatan: keberadaan alat ini juga menunjang tugasnya selaku sekretaris RT.

Dan mengapa benda ini diperlukan? Semua editor mudah pegal dan mengantuk, butuh bantal yang mantap. Cocok juga motifnya untuk seorang penyunting yang hobi nonton bola (kadang-kadang malah ketiduran sehingga tidak tahu skor akhir).

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Senjata (Baru) Menyunting ”

  1. gravatar Nurchasanah Reply
    January 25th, 2012

    hahaha… senjata pamungkasnya ternyata bantal … jadi pengen beli bantal juga…

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      January 25th, 2012

      Iya Nur, selain mantel, syal dan kaus kaki di hari-hari berangin begini:D

Leave a Reply

  • (not be published)