Desainer: Eduard Iwan Mangopang

Itulah yang saya hadapi ketika menerima tawaran menyunting terjemahan karya James Patterson dan Maxine Paetro, Swimsuit. Judulnya terdengar ‘seram’? Mungkin cover aslinya juga:D Tapi yang terpenting, ini thriller. Buku-buku James Patterson yang mampir di lemari kami (sebagian berpindah tangan ke ponakan yang hobi baca) bergenre fantasi remaja, drama, dan thriller. Jujur, kami belum membaca yang thriller itu satu pun, malah menambah timbunan terus. Tapi kami pernah menonton, rasanya bahkan lebih dari sekali, film yang diangkat dari buku JP dan ditayangkan di televisi yakni Kiss The Girls.

Seperti seri Maximum Ride-nya yang mengantarkan istri sebagai salah satu juara review online beberapa tahun silam, Swimsuit yang digarap duet dengan Maxine Paetro ini seperti staccato. Pendek-pendek tiap babnya, bahkan ada yang hanya 1-2 halaman. Bagi saya, gaya unik ini mampu memberi kesempatan pembaca menghela napas sekaligus makin penasaran untuk menyimak kelanjutan cerita.

Karena begitu mengalirnya terjemahan dan cerita bertokohutamakan psikopat dan penulis ini (salut saya setinggi-tingginya kepada Ibu Andang H. Sutopo, penerjemah senior yang demikian kreatif), penyuntingan rampung dua minggu lebih awal. Saya sangat terbantu juga karena file aslinya berupa Word, sehingga mudah ‘pindah-pindah’. Proses kerja mencakup diskusi mengasyikkan dengan istri ihwal gaya kami yang sedikit berbeda.

Kembali pada novelnya sendiri, ini tipe crime-psycho thriller yang kami sukai sampai ending-nya.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)