sisi lain diriku

Judul asli: The Other Side of Me

Penulis: Sidney Sheldon

Penerjemah: Wawan Eko Yulianto

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2007

Tebal: 480 halaman

[rating=5]

Kita hanya mengetahui bahwa Sidney Sheldon, yang wafat bulan Januari 2007 lalu, merupakan kreator banyak film televisi termasyhur. Salah satunya serial fantasi-komedi I Dream of Jinnie. Tapi adakah yang tahu bahwa di balik layar, film sukses tersebut diwarnai percekcokan? Mulai dari Barbara Eden yang mendadak hamil sehingga penampilannya harus digarap dengan tipuan kamera, sampai Larry Hagman yang berkeras mendapatkan sorotan utama. Aktor ini berambisi menunjukkan keberhasilannya kepada sang ibu yang bintang terkenal, sementara popularitas berpihak pada Barbara Eden nan cantik.

Beberapa bagian dalam memoar Sheldon mengingatkan pada novel-novelnya yang laris manis di Indonesia. Kata awan hitam yang digunakan untuk melukiskan gejolak manik depresif dapat ditemukan dalam penggambaran karakter Alette Peters, salah satu alter-ego Ashley Patterson, di Ceritakan Mimpi-mimpimu (Tell Me Your Dreams). Mengingat Sheldon divonis mengidap sindrom bipolar, tidak mengherankan ia mampu menghidupkan berbagai karakter sakit jiwa berbekal literatur psikiatri. Naik-turun kehidupan yang kerap mengejutkan, melambungkan harapan, kemudian menghempaskannya secara mendadak adalah gaya bertutur Sheldon dalam hampir semua novelnya. Pengalaman nyata membuatnya mahir menyusun plot sedemikian rupa sehingga pembaca tidak mudah menerka apa yang terjadi kemudian.

Memoar berhias foto-foto Sheldon bersama keluarga dan rekan kerja ini pun mengetengahkan kepahitan hari-harinya di masa muda. Ia harus banting tulang dan nekad melakukan pekerjaan yang bahkan belum pernah ditekuninya semata demi mencari nafkah.

Sungguh mengharukan pengalaman Sheldon dan Jorja tatkala kehilangan bayi mereka, kemudian harus melepaskan anak adopsi yang mulai mereka cintai. Akan tetapi ketangguhan sang pengarang untuk bangkit setelah tersungkur dan dedikasinya untuk terus berkreasi sungguh menjadi teladan positif yang patut dijadikan cermin oleh para pembaca autobiografi ini, para penulis baik yang sudah profesional maupun baru melangkah, serta tentu saja, penggemar-penggemarnya.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)