Source

Source

 

Pagi ini, ketika mencari sesuatu di lemari buku, saya baru sadar satu hal. Tidak semua novel berbahasa Inggris menggunakan tanda petik tunggal (‘) dalam dialog. Saya ingat betul pernah menyunting terjemahan yang tanda petiknya masih ikut naskah asli semua, yang tunggal tadi. Sempat saya kira semua fiksi bahasa Inggris memakai aturan itu.

Menurut artikel yang ditulis Beth Hill, intinya seperti ini:

In American English, single quotation marks aren’t used very often and always for specific purposes. If you’re writing fiction, stick with double quotation marks.

Salah dua buku yang saya dapati bertanda petik ganda seperti di atas adalah The Summer Hideway (Susan Wiggs) dan Memoirs of A Geisha (Arthur Golden).

Diskusi di forum Chronicles: Science Fiction and Fantasy Community mengandung pernyataan sbb:

I believe that in the US, double quotation marks are generally used for dialogue (with quotes within the dialogue placed within single quotation marks).

In the UK, the opposite is usually true: single quotation marks for dialogue, double quotation marks for quotes within dialogue.

Ini ditegaskan oleh postingan blog Writing Fiction. Buku temuan saya yang bertanda petik tunggal di antaranya City of Secrets (Mary Hoffman).


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

5 Responses to “ Tanda Petik di Novel Bahasa Inggris ”

  1. gravatar Brahm Reply
    July 5th, 2013

    Jadi yang bener:

    “Semalam, aku lihat Paijo memarahi anaknya, “Kamu jangan beli pulsa 10.000 lagi! Taruh dimana gengsi Papa!” Anak itu lalu menjawab sambil tersedu-sedu, “Iya, iya, Pa. Aku janji besok-besok beli yang 11.000,”” cerita Paimin kepadaku.

    Begitukah? Jadi bingung… :O

    • gravatar Rini Nurul Reply
      July 5th, 2013

      Hehehe… kalau ala US, kayak gini:
      “Semalam, aku lihat Paijo memarahi anaknya, ‘Kamu jangan beli pulsa 10.000 lagi! Taruh di mana gengsi Papa!’ Anak itu lalu menjawab sambil tersedu-sedu, ‘Iya, iya, Pa. Aku janji besok-besok beli yang 11.000,’ cerita Paimin kepadaku.”
      Itu kalau dalam dialog ya. Gaya UK sebaliknya. Semoga nggak tambah bingung, Brahm.

      • gravatar Brahm Reply
        July 5th, 2013

        Ini yang bicara (dialog) Paimin. Bicaranya ke tokoh “aku”. Sial, ngapain juga aku bikin contoh yang rumit. Tapi nangkep kok intinya.

        Tapi, gimana kalau ada kasus petik, satu petik dan dua petik, berturut2 (‘”)? Lazimkah? Kasus ini terjadi kalau kalimat “cerita Paimin kepadaku” ditaruh di luar dialog.

        Masih soal tanda petik, aku lihat di majalah2 luar seperti ini (perhatikan tanda petik dan titik): They called her “double death.” Bukannya: They called her “double death”. Majalah Tempo dulu rasanya juga pernah naruh titik di dalam petik, sebelum petik penutup. Tapi sekarang di Tempo, titiknya jadi di luar petik. Ada komentar, Teh?

        • gravatar Rini Nurul Reply
          July 6th, 2013

          Maksudmu kayak gini, Brahm?:D
          “Semalam, aku lihat Paijo memarahi anaknya, ‘Kamu jangan beli pulsa 10.000 lagi! Taruh di mana gengsi Papa!’ Anak itu lalu menjawab sambil tersedu-sedu, ‘Iya, iya, Pa. Aku janji besok-besok beli yang 11.000.’”
          Memang jadi membingungkan ya… untunglah aku jarang menemukan kasus ini di terjemahan atau editan:p
          Mengenai contoh titik dan tanda petik, aku pribadi (dan kebanyakan selingkung buku Indonesia sependek pengetahuanku) memakai titik setelah tanda petik untuk menghindari kerancuan dengan dialog/kalimat langsung. Media sering kali punya “aturan main” sendiri.

          • gravatar Brahm
            July 6th, 2013

            Oooo, begitu….

            Yah, itu salah satu faktor aku menghindari menjadi penyunting. Rumit sih! Standarnya kadang bisa beda antar institusi media atau penerbit. Dengan jadi penulis aja, kalau mentok, aku bisa memasrahkan diri ke editorku mau pakai versi yang mana. *siul-siul sambil ngeloyor*

Leave a Reply

  • (not be published)