langitbiru

Saya sudah “akrab” dengan hasil karya penerjemahnya, salah seorang yang mengalihbahasakan seri komik Prancis Nathalie. Bukan karena penerjemahan itu saya sampai memerlukan waktu lama untuk menyunting buku “setipis” ini. Dibandingkan dua buku sebelumnya, MLB paling didominasi topik yang saya anggap berat yaitu bumi, ruang angkasa, ilmu pengetahuan, dan penemuan. Ilmu pengetahuannya lebih banyak berbau fisika dan kimia, sedangkan bahasan tubuh manusia pun menyangkut hal-hal yang rumit semisal penyebab bayi tidak bergigi, fungsi pusar, penyebab vertigo, mikroba, dan alasan lengan mengeras ketika mengangkat tas.

Secara umum penerjemahannya sudah menangkap maksud inti teks. Apa daya, beberapa kali saya menemukan kekeliruan di buku asli sehingga perlu mengecek satu demi satu sebelum memoles terjemahan. Deg-degan juga ketika membandingkan dengan berbagai sumber dan rujukan baik cetak maupun maya, karena khawatir makin tersesat dan bingung. Referensi terdekat yang lumayan memahami IPA ya… Mas Caroge (lagi-lagi direpotkan). Kalau tidak salah, waktu itu menyangkut okulasi, stek, dan sejenisnya.

Tahap berikutnya, barulah membaca terjemahan dan membenahinya.Huruf di buku asli yang kadang berkelok-kelok dan tipis (tiap artikel bervariasi). Saya dan sang penerjemah kadang menerka kata tertentu karena bentuk huruf kurang jelas. Saya tinggalkan dulu bagian-bagian sains yang berat tadi, mengerjakan suntingan topik sejarah, orang terkenal, dan satwa. Artinya yang saya tunda itu lebih dari separuh isi buku.

Mulailah saya mencereweti suami, bolak-balik bertanya, dan membacakan hasil polesan sekaligus mencocokkan istilah agar pembaca anak bisa mencerna teks dengan mudah. Tentang gempa bumi, satelit, karbon di tanah, mesin mobil, radiator mobil, ban mobil, gelas dan air panas, kapal selam, telur rebus, butiran gula, barometer, percikan listrik ketika soket dicolok, karat perkakas, tiang listrik dipasangi kawat, air mendidih…

Ini salah satu suntingan saya yang dikoreksi Mas Caroge (sebelum disetorkan ke editor penanggung jawab):

Mengapa minyak lebih kuat daripada cuka?

Cuka lebih berat daripada minyak. Ketika cuka diaduk dengan minyak, keduanya bercampur. Tetapi, bila ditinggal sejenak, tetesan-tetesan minyak naik ke permukaan dan membentuk lapisan.

Minyak dan cuka tidak dapat bercampur sempurna. Jika dikocok, partikel halus keduanya terbagi, menyatu, dan membentuk campuran. Saat didiamkan, minyak mengapung sedangkan cuka, yang lebih berat, tenggelam di dasar wadah. Namun, cairan ringan dan berat dapat tercampur secara utuh, bahkan setelah lama didiamkan, campurannya tetap (air dan minuman anggur, misalnya).

Pengetahuan baru dari penyuntingan buku ini: Saat riset online untuk mengecek fakta yang dipaparkan penulis, sering kita temukan bahwa uraian dalam buku aslinya kurang lancar. Untuk itu, kita bisa membandingkan dengan artikel berbahasa Indonesia yang bertopik sama. Biasanya tulisan di blog pelajar cenderung lebih mudah dimengerti dan tidak rumit.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)