Menurut KBBI,

me·nya·dur 2 menyusun kembali cerita secara bebas tanpa merusak garis besar cerita, biasanya dr bahasa lain

adap·ta·si n penyesuaian thd lingkungan, pekerjaan, dan pelajaran: adaptasi buku-buku roman asing itu perlu sekali untuk memudahkan penerimaan murid

Untuk Secret Garden yang saya kerjakan 6 tahun lalu (namun tidak jadi terbit), istilah kedualah yang lebih relevan. Pasalnya format berubah menjadi novel komik, cerita dipersingkat, judul pun diganti di buku lain yang sudah terbit untuk mempermudah pemahaman pembaca sasaran yakni anak-anak seperti yang saya kutip di postingan ini.

Materinya berupa printout dan dikembalikan setelah rampung, karena itu saya tidak ingat versi mana yang diberikan editor penanggung jawab. Sepertinya buku lengkap. Saya harus memilih-milih sendiri bagian yang patut diangkat dan ditulis ulang dalam naskah. Untuk itu, saya berterima kasih pada guru bahasa Indonesia yang tidak kenal lelah mengajarkan merangkum semasa sekolah dulu.

Kalau dilihat dari sumber yang ini, tampak jelas bahwa novel Secret Garden penuh dengan narasi. Kalimatnya panjang-panjang, diksinya relatif tidak mudah. Judul bab pertama There Is No One Left saya terjemahkan bebas menjadi Sebatang Kara.

Di permulaan, saya masih agak “setia” pada teks aslinya:

When Mary Lennox was sent to Misselthwaite Manor to live with her uncle everybody said she was the most disagreeable-looking child ever seen.

Terjemahan saya:

Ketika dikirim ke Misselthwaite Manor untuk tinggal bersama pamannya, Mary Lennox adalah anak yang paling tidak menyenangkan di mata semua orang.

Saya sengaja tidak banyak menggunakan deskripsi fisik. Keterangan mengenai orangtua Mary, termasuk ibunya, saya sederhanakan kembali.

Teks asli:

her mother had been a great beauty who cared only to go to parties and amuse herself with gay people. She had not wanted a little girl at all, and when Mary was born she handed her over to the care of an Ayah, who was made to understand that if she wished to please the Mem Sahib she must keep the child out of sight as much as possible.

Adaptasi saya:

Ibunya yang cantik gemar bersenang-senang dan pergi ke pesta. Ia tidak menghendaki kehadiran seorang anak. Sejak lahir, Mary diserahkan ke tangan seorang pengasuh.

“Kalau kau ingin tetap kupekerjakan, pastikan anak itu tidak sering muncul di hadapanku,” pesan Nyonya Lennox.

Mengubah narasi menjadi dialog pun inisiatif saya, agar pembaca tidak jenuh. Saya menemukan kesempatan untuk menulis dialog lagi, dari yang sudah ada, di bagian berikut.

Teks asli:

she stuck big scarlet hibiscus blossoms into little heaps of earth, all the time growing more and more angry and muttering to herself the things she would say and the names she would call Saidie when she returned. she stuck big scarlet hibiscus blossoms into little heaps of earth, all the time growing more and more angry and muttering to herself the things she would say and the names she would call Saidie when she returned.

“Pig! Pig! Daughter of Pigs!” she said, because to call a native a pig is the worst insult of all.

 

Saya penggal dulu kalimat yang terlalu panjang, sedangkan dialognya diperjelas:

Ditancapkannya bertangkai-tangkai kembang sepatu merah tua yang besar ke timbunan tanah. Semakin lama Mary semakin marah.

“Kalau Saidie datang, aku akan memanggilnya Babi! Babi! Dasar Babi Sialan!” ia menggerutu. Mary tahu persis bahwa memanggil orang India dengan sebutan babi adalah penghinaan terbesar.

 

Demikianlah kira-kira langkah merumuskan dari cuplikan bab pertama, semoga cukup memberi gambaran. Sebenarnya ketika mengerjakan dulu, saya bertindak spontan saja tanpa panduan.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)