1. Sedapat mungkin tidak sering-sering. Kalau setiap pekerjaan mundur diserahkan, perlu ditelusuri penyebabnya.

2. Memberi kabar. Pastikan editor menerima email tersebut dan mengonfirmasi boleh atau tidaknya.

3. Yang disebut wajar biasanya satu-dua minggu mundur. Namun satu bulan pun dibolehkan apabila kondisi sangat darurat, contohnya force majeur (bencana alam) atau sakit cukup berat.

4. Konsekuensinya pembayaran ikut telat. Jadi sangat tidak disarankan rewel masalah ini.

5. Pastikan keterlambatan itu tidak menambah masalah editor, misalnya menyerahkan hasil yang acak-acakan. Editor akan sangat maklum dan bahkan senang bila meski terlambat setor, pekerjaan kita bagus.

6. Ini kiat tambahan dari seorang kolega editor. Bila hanya mundur beberapa hari (maksimal dua minggu), cukup disampaikan alasannya, “Belum selesai.” Kecuali pihak penerbit bertanya lebih jauh.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)