Tujuan utama Florence Catchcart (Rebecca Hall) adalah membuktikan bahwa hantu tidak ada dan membongkar penipuan-penipuan berbau supranatural. Namun ketika menerima tawaran seorang guru sejarah di sekolah berasrama terkemuka (Dominic West), Florence harus berjuang keras melawan keraguannya.

Tugas Florence relatif berbau penyidikan. Kematian seorang anak secara misterius, ditambah penampakan-penampakan yang membuat para murid ketakutan. Sang ibu asrama, Maud, adalah penggemar Florence dan meletakkan bukunya di samping alkitab.

Jika ditanya takut, tentu saja film ini cukup menyeramkan kendati saya menontonnya siang-siang dan langit mendung tebal sekali. Bukankah itu tujuan nonton horor, dan kalau tidak merinding berarti gagal?:) Latar Inggris tahun 1921 mempertegas suasana tersebut, mengikuti teka-teki yang membuat saya tidak berkedip menyimaknya.

Saya baru tahu, masa 1920-an itu sudah ada peralatan canggih semacam kamera yang bisa menangkap keberadaan hantu.

Spoiler Inside SelectShow

Foto dari flixster

Skor: 3,5/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)