Bill Nighy yang berperan sebagai penyanyi eksentrik di film Love, Actually kini menjadi seorang suami yang menghindari konflik. Ia tahu betul reaksi kawan-kawan seperjalanannya, sesama pensiunan Inggris yang tak sengaja berkumpul di bandara, tidak menyukai sang istri namun Douglas Ainslie (demikian nama karakternya) bertahan dan berusaha menanamkan pikiran bahwa segalanya baik-baik saja.

Prinsip segalanya akan baik saja, ditambahi “kalau belum membaik, berarti belum berakhir” juga diterapkan manajer hotel Marigold, India, yang mereka kunjungi. Manajer itu anak muda bernama Sunil Indrajit Kapoor, atau Sonny (Dev Patel). Dia bukan tidak punya problema sendiri. Kekasihnya, Sunaina, dianggap kelewat modern sehingga sang ibu yang bahkan belum bertemu gadis itu merasa lebih baik Sonny dijodohkan saja sesuai tradisi India.

Evelyn Greensdale (Judi Dench) menginjakkan kaki pertama kalinya di sana setelah sang suami wafat. Ia ingin melakukan sesuatu yang baru, kerennya lagi: nge-blog. Saya tersentuh ketika suatu ketika Evelyn berkata pada putranya, “Can you say anything supportive?” Sang anak memang menentang kepergian Evelyn, namun toh wanita itu baik-baik saja selama sekian puluh hari di negeri asing berkat pengalaman Graham Dashwood (Tom Wilkinson). Kendati Graham terakhir kali ke India 40 tahun lampau, ia masih menguasai bahasa India dan mengingat adat istiadatnya.

Alasan Mrs. Donnelly (Maggie Smith, salah satu aktris senior favorit saya:)) berbeda. Ia harus menjalani operasi panggul dan di Inggris harus antre 6 bulan. Ia khawatir terlambat, mengingat usianya dan dirujuk ke India oleh sang dokter.

Hubungan satu sama lain, ditambah pengenalan budaya mempermenarik jalan cerita film ini. Lumrah jika perangai sejumlah manusia berbenturan, terkait situasi dan hal-hal yang terjadi. Evelyn menemukan pengalaman baru dengan bekerja sebagai penasihat budaya di call center, tempat Sunaina bekerja, salah satu aspek yang mengingatkan saya pada Six Suspects-nya Vikas Swarup.

Hotel Marigold punya cerita sendiri, ihwal pemilik lamanya yang gagal mencapai impian, sang putra yang bersikukuh, dan ibu yang teramat tegas. Saya cukup terkesan oleh perkataan ibu Sonny yang dipanggilnya Mummyji,

I may have no right to judge, but I have a mother’s right to worry.

The Best Exotic Marigold Hotel memperlihatkan bahwa umur bukan berarti keterlambatan. Para lansia punya kesempatan membuka lembaran baru, memperoleh kesempatan kedua untuk bahagia dan berguna, meski kadang harus mengubah banyak hal. Seperti kata Evelyn,

The greatest failure is failure to try. Our measure of success is how we cope with disappointment.

Poster dari flixster

Skor: 4/5

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)