flixster.com

Don’t hold back.

– Never do.

Kebanyakan film horor berlokasi di rumah/pondok/bangunan, banyak adegan malam hari, tempatnya antah berantah sehingga para tokoh kesulitan melarikan diri atau mencari bala bantuan.

Jadi, apa menariknya film ini?

Ditambah lagi saya dengar ada zombie segala. Duh, bukan jenis “hantu” yang saya “sukai” selain vampir.

Tapi dari pembukanya, saya sudah tahu ini bukan film horor biasa. Memang ada sekumpulan remaja berakhir pekan ke pondok di desa, yang belum pernah dikunjungi sama sekali tapi diyakini mengasyikkan untuk liburan bareng. Semata karena ada danau di dekatnya.

Sementara itu, dari kejauhan ada yang memonitor tindak-tanduk mereka. Berderet-deret layar disaksikan sejumlah orang berjas putih, membicarakan taruhan dan perkembangan situasi. Alangkah mengerikannya, bahkan ketika mereka baru sampai di lokasi seram tersebut.

Lalu zombie dari mana? Mereka bangkit ketika Dana, salah satu remaja yang ditantang turun ke lantai bawah dan membaca diari kuno temuannya, membacakan kalimat-kalimat berbahasa Latin di halaman itu.

Saya tidak bisa menceritakan lebih jauh lagi, karena akan merusak rasa penasaran Anda. Namun kalau boleh merekomendasikan, Anda yang suka horor perlu nonton film ini. Kalau takut, nonton siang pun tak mengapa, dijamin masih seram juga:D

Intinya, modus dan akhir The Cabin in The Woods benar-benar istimewa. Kejutannya berlimpah dan saya sering teriak-teriak karena mendengar dari headphone menjadikan suara-suara film tersebut kian “jreng”.

You’re not seeing what you really want to see

Sumber poster

Skor: 4,5/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)