“Halo, Edward Norton,” begitu sapa saya ketika mulai nonton film ini setelah menyadari, usai Red Dragon, bahwa ada beberapa film Norton di koleksi yang belum ditonton.

Mungkin magician adalah salah satu “profesi” berbau fantasi yang saya minati. Untungnya, di film ini tidak jatuh membosankan dengan mengungkap proses kerja, berlatih dan segala macam. Toh, itu tergolong rahasia. Penuturan disampaikan narator, seorang inspektur polisi (Paul Giamatti) mengenai asal-usul Eisenheim (Norton) yang menghilang secara misterius kemudian muncul di Wina. Eisenheim kecil pergi dari tanah kelahirannya akibat diancam dan kedekatannya dengan Duchess von Teschen (setelah dewasa diperankan Jessica Biel).

Mereka bertemu lagi tatkala Eisenheim menggelar pertunjukan, yang selalu mengundang pesona. Eisenheim ingat lebih dulu pada Sophie, nama kecil sang Duchess. Nahasnya, wanita muda itu tampak menjalin hubungan dengan Pangeran Leopold (Rufus Sewell).

Apakah ini kisah cinta biasa? Nostalgia yang membuat Eisenheim tampak seperti pecinta bodoh malang ketika sesuatu yang mengenaskan terjadi? Saya sempat gemas, tapi ternyata terkecoh.

Saya suka pertunjukan model baru Eisenheim yang mendirikan bulu kuduk, kemudian rahasia yang kemudian terungkap di akhir film. Jempolan.

Trailer dari youtube

Skor: 4/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)