Sumber: flixster

Kadang, persoalan yang mengadang seperti bunga dan daun yang rontok bersamaan dari pohon.

Hank, alias Henry Palmer (Robert Downey Jr), tengah menghadapi keruwetan proses cerai dan berkeinginan mengasuh putri tunggalnya, Lauren. Selagi sidang penting berjalan, pengacara sukses yang terkenal mahal ini mendapat kabar bahwa ibunya meninggal. Hank meluncur ke kota kelahirannya, menemui sang ayah (Robert Duvall) yang menyempatkan menangani sidang sejenak, dan sebelum itu menolak Lauren yang ingin ikut. Ketegangan hubungan Hank dengan Hakim Palmer, yang disebutnya “Judge”, tecermin dari jabat tangan sang ayah sementara orang-orang lain dia peluk di rumah duka. Kakaknya, Glen, sempat menyindir bahwa dia sarapan bersama Hakim tiap Sabtu selama 35 tahun sehingga Hank tidak perlu merasa tersisih.

Sedari mula, The Judge sudah membuat mata saya berkaca-kaca. Terutama sewaktu Hakim Palmer lupa nama paniteranya.

Tergambarlah dilema pribadi masing-masing pria yang menokohutamai film ini. Hank berdiam diri ketika Glen bertanya mengapa keluarganya tidak ikut. Hakim Palmer sangat berduka akan keberpulangan istri tercinta. Pasangan yang saling mencintai ini jelas menempuh masa-masa panjang yang tidak mudah karena Glen tidak mencapai impian masa depannya seusai mengalami cedera tangan yang serius dan Dale si bungsu yang terbelakang mental.

Lalu Hank si anak tengah yang berperangai brangasan.

Sumber: wikipedia

Lama tak bertemu dan jarak emosi membuat pasang-surut hubungan Hank dan ayahnya, juga saudara-saudaranya, bagai ledakan. Tersirat benar bahwa terlepas dari sikap keras Hakim Palmer, dia ayah yang baik bagi mereka. Termasuk Hank. Mereka bertarung dengan harga diri sewaktu sang hakim dijadikan tersangka pembunuhan seorang mantan napi. Hank memandang dari kacamata pengacara, sedangkan ayahnya ingin menaati hukum dan menjalani prosedur sebagaimana mestinya.

Problematika ayah-anak memang bukan topik baru. Ramuannya menjadikan film yang diharapkan jadi thriller hukum ini tidak setegang itu. Film ini merupakan versi People Like Us yang berbumbu dunia hukum. Tentu bukan berarti yang maskulin tidak boleh melankolis. Dari sini saya belajar bahwa keadaanlah yang kadang mendesak kita untuk menentukan prioritas, ada yang tidak bisa ditunda karena mungkin saat itu tak akan kembali. Seburuk apa pun kenyataannya.

Lauren, si gadis cilik, cukup mencuri hati saya. Dialog-dialognya yang menunjukkan bahwa dia mengerti apa arti perceraian dan dia akan ditanya mau ikut siapa, misalnya.

I just didn’t think it would happen to me.

Menanggung rahasia memang berat, suatu ketika ada yang perlu diungkapkan.

Spoiler Inside SelectShow

Hank menemukan kesempatan menelusuri masa lalu. Kehadiran mantan kekasihnya, Sam (Vera Farmiga) menjadi penting dalam plot cerita.

Spoiler Inside SelectShow
Kira-kira begini ujar Sam: “You have to be a hero in your own story.”

Ada situs yang menggolongkan film ini komedi. Memang ada beberapa dialog yang membuat saya tersenyum, bahkan di adegan yang sebenarnya cukup emosional.

Walau tidak seluruhnya menampilkan segi hukum, The Judge tetap mengandung kejutan. Saya setuju dengan opini beberapa pengulas, di sinilah akting terbaik Robert Downey, Jr. muncul.

 

Sumber: flixster Kadang, persoalan yang mengadang seperti bunga dan daun yang rontok bersamaan dari pohon. Hank, alias Henry Palmer (Robert Downey Jr), tengah menghadapi keruwetan proses cerai dan berkeinginan mengasuh putri tunggalnya, Lauren. Selagi sidang penting berjalan, pengacara sukses yang terkenal mahal ini mendapat kabar bahwa ibunya meninggal. Hank meluncur ke kota kelahirannya, menemui sang ayah (Robert Duvall) yang menyempatkan menangani sidang sejenak, dan sebelum itu menolak Lauren yang ingin ikut. Ketegangan hubungan Hank dengan Hakim Palmer, yang disebutnya "Judge", tecermin dari jabat tangan sang ayah sementara orang-orang lain dia peluk di rumah duka. Kakaknya, Glen, sempat menyindir bahwa dia sarapan bersama Hakim tiap Sabtu selama 35 tahun sehingga Hank tidak perlu merasa tersisih. Sedari mula, The Judge sudah membuat mata saya berkaca-kaca. Terutama sewaktu Hakim Palmer lupa nama paniteranya. Tergambarlah dilema pribadi masing-masing pria yang menokohutamai film ini. Hank berdiam diri ketika Glen bertanya mengapa keluarganya tidak ikut. Hakim Palmer sangat berduka akan keberpulangan istri tercinta. Pasangan yang saling mencintai ini jelas menempuh masa-masa panjang yang tidak mudah karena Glen tidak mencapai impian masa depannya seusai mengalami cedera tangan yang serius dan Dale si bungsu yang terbelakang mental. Lalu Hank si anak tengah yang berperangai brangasan. Sumber: wikipedia Lama tak bertemu dan jarak emosi membuat pasang-surut hubungan Hank dan ayahnya, juga saudara-saudaranya, bagai ledakan. Tersirat benar bahwa terlepas dari sikap keras Hakim Palmer, dia ayah yang baik bagi mereka. Termasuk Hank. Mereka bertarung dengan harga diri sewaktu sang hakim dijadikan tersangka pembunuhan seorang mantan napi. Hank memandang dari kacamata pengacara, sedangkan ayahnya ingin menaati hukum dan menjalani prosedur sebagaimana mestinya. Problematika ayah-anak memang bukan topik baru. Ramuannya menjadikan film yang diharapkan jadi thriller hukum ini tidak setegang itu. Film ini merupakan versi People Like Us yang berbumbu dunia hukum. Tentu bukan berarti yang maskulin tidak boleh melankolis. Dari sini saya belajar bahwa keadaanlah yang kadang mendesak kita untuk menentukan prioritas, ada yang tidak bisa ditunda karena mungkin saat itu tak akan kembali. Seburuk apa pun kenyataannya. Lauren, si gadis cilik, cukup mencuri hati saya. Dialog-dialognya yang menunjukkan bahwa dia mengerti apa arti perceraian dan dia akan ditanya mau ikut siapa, misalnya. I just didn't think it would happen to me. Menanggung rahasia memang berat, suatu ketika ada yang perlu diungkapkan.
Spoiler Inside SelectShow
Hank menemukan kesempatan menelusuri masa lalu. Kehadiran mantan kekasihnya, Sam (Vera Farmiga) menjadi penting dalam plot cerita.
Spoiler Inside SelectShow
Sungguh mengharukan ketika ada seseorang yang mengerti dan menerima sisi buruk kita, seperti Sam ketika mengatakan betapa Hank geram akan bully namun dirinya sendiri termasuk pelaku. Hank kelabakan mencari tahu apakah anak Sam adalah anaknya. Dan saya terkesan oleh pengakuan Sam bahwa restoran kecil tempatnya bekerja sudah…

Kesan

Visual - 78%
Cerita - 100%
Musik - 86%
Aktor - 100%

91%

Layak Tonton

Drama keluarga yang menyentuh

User Rating: 4.6 ( 1 votes)
91

Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)