Info tak penting: ini film horor Julia Stiles pertama yang saya tonton. Kangen padanya.

Komentar tak penting: Kenapa diluncurkan tahun 2006? Karena mengandung angka 6?

Pembukanya menjanjikan. Saya sering lupa bahwa anak yang menakutkan itu bernama Damien, bukan Omen. Wajah pucatnya pas, mata birunya (entah lensa atau betulan) juga seram, meski secara keseluruhan menurut saya film ini tidak seram. Sadis sih iya.

Sepanjang film, saya dan Mas Agus berceloteh. Misalnya, “Mengapa bisa lolos dari pemeriksaan bandara untuk bawa pisau begitu banyak ke luar negeri?” Atau, “Itu salju kok tidak menutupi nisan, padahal tampaknya tebal?” Yang pasti bagian menarik The Omen ialah penafsiran puisi dari Injil, antara lain “lautan” adalah simbol “dunia politik yang karut-marut”. Demikian pula “bangkitnya Kerajaan Roma” ialah pakta Roma terkait Uni Eropa. Kami juga menikmati Liev Schreiber cas-cis-cus berbahasa Italia.

Buat saya pribadi, pesan moralnya: Jika Tuhan tidak memberi [dalam hal ini, anak], pasti ada maksudnya. Maka jangan ngotot.

Skor: 3/5

Seperti biasa poster pinjam dari flixster


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)