flixster.com

Sumber gambar

Syarat utama menjadi pembunuh: jangan mencintai, karena suatu saat  mungkin orang yang dicintai itu harus dibunuh juga.

Begitu kesimpulan Mas Agus menonton film kombinasi Asia-Hollywood ini. Yang (Jang Dong Gun), salah satu anggota Sad Flutes, bergabung dengan persatuan pembunuh itu karena ingin menjadi kuat. Sang ketua (Ti Lung, ternyata dia masih ada!), menjadikannya yang paling kuat. Namun setelah menghabisi seluruh klan musuh kecuali satu, seorang bayi, hati Yang luluh. Ia memutuskan pergi bersama si bayi dan mengubur masa lalu.

Tentu saja ini tak mudah, ia dikejar terus. Pengincar bayi tersebut mengambil wujud anekarupa.

Di suatu dataran yang jauh, bernuansa koboi, Yang menjalani kehidupan di bisnis laundry. Ia dibantu Lynne (Kate Bosworth). Masa lalu gadis ini mengingatkan saya pada tokoh yang diperankan Sharon Stone dalam The Quick and The Dead. Bedanya, Lynne masih belajar beladiri dan menggunakan pisau. Latihan berpenutup mata agar lebih konsentrasi adalah salah satu yang sangat menarik perhatian saya.

Mengapa kelompok pembunuh itu disebut Sad Flute? Karena bunyi gorokan leher yang menjelang putus mirip tiupan seruling.

Skor: 3/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)