Yang cukup memakan waktu dalam penerjemahan buku ini ialah pemilahan materi sebab versinya banyak sekali. Setelah membandingkan dengan buku yang saya miliki, file di Gutenberg, dan yang dikirimkan penerbit, kami sepakat memakai buku saya. Alhamdulillah gambarnya lengkap, font-nya besar-besar, sangat memudahkan mengingat saya agak gemetar mengerjakan fantasi anak yang demikian legendaris.

http://youtu.be/iGSQffbzkx0

Kendati relatif tipis, pengerjaannya tidak bisa dipandang remeh. Banyak permainan kata dan lagu yang perlu dicermati. Memikirkan padanan yang pas untuk nama-nama karakternya saja perlu waktu satu hari penuh.

Berikut beberapa nukilan

Kalimat sumber

“That’s _just_ the sort of fellow he is!” observed the disappointed
Rat. “Simply hates Society!”

Saya terjemahkan

“Memang begitulah dia!” kata Tikus Air, kecewa. “Senang menyendiri.”

Sumber

“DUCKS’ DITTY.”

All along the backwater,
Through the rushes tall,
Ducks are a-dabbling,
Up tails all!

Ducks’ tails, drakes’ tails,
Yellow feet a-quiver,
Yellow bills all out of sight
Busy in the river!

Slushy green undergrowth
Where the roach swim–
Here we keep our larder,
Cool and full and dim.

Everyone for what he likes!
_We_ like to be
Heads down, tails up,
Dabbling free!

High in the blue above
Swifts whirl and call–
_We_ are down a-dabbling
Up tails all!

Saya terjemahkan

NYANYIAN ITIK

 

Sepanjang air yang dibendung,

Melalui arus yang cepat,

Para itik pun tertantang,

Kayuh terus, pasti dapat!

 

Itik betina ikut, jantan turut,

Kaki menari byur byur byur,

Di mana paruh mereka?

Asyik mencebar cebur!

 

Semak-semak hijau basah

Tempat ikan berenang-renang—

Di sini kita buat gudang,

Sejuk, mantap dan remang-remang.

 

Semua sedang bersenang-senang!

Seperti kami

Kepala di bawah, ekor di atas

Bersama menari!

 

Di langit tinggi yang biru

Berkoak elang yang hebat—

Di bawah kami masih tertantang,

Kayuh terus, pasti dapat!

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)