Seorang penulis datang ke Paris. Dua komponen yang menjanjikan, tapi ini bukan film romantis. Si novelis yang juga dosen di Amerika (Ethan Hawke) bukan hendak riset belaka atau mencari inspirasi, melainkan hendak menemui putri tunggalnya yang tinggal bersama mantan istri. Tom Ricks, novelis tersebut, ingin mengambil alih hak asuh sang buah hati.

Bagi penonton di mancanegara pun, The Woman in the Fifth terasa membingungkan.

Spoiler Inside SelectShow

Saya sempat menduga film ini berbau magic realism, namun genrenya yang dilabeli thriller psikologi membuat saya berpikir ulang. Pertemuan Tom dengan istri pengarang misterius, Margit Kadar (Kristin Scott-Thomas) dan keakrabannya dengan pegawai hotel murahan tempat ia menginap. Cukup menarik mendengar pembacaan novel Tom yang diterjemahkan dalam bahasa Polandia. Memang, ada bagian yang tidak penting dalam cerita, misalnya

Spoiler Inside SelectShow

Jadi penulis tidak berarti hidup gemerlapan, mungkin demikian salah satu pesan film Prancis-Polandia ini. Tom yang baru menerbitkan satu novel dan hendak menulis yang kedua, harus bertemu kenyataan pahit akan rumit dan mahalnya prosedur persidangan di Prancis guna memperjuangkan hak asuh Chloe.

The Woman in the Fifth mungkin menyisakan banyak pertanyaan setelah usai, namun jika Anda sudah nonton dan suka Don’t Look Back, tidak terlalu kaget dengan model ceritanya. Bagusnya, film ini cukup singkat. Hanya satu jam lebih sedikit, hingga nuansa thriller-nya terjaga baik.

Foto dari flixster

Skor: 3/5

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)