We all make choices. The hard thing is to live with them, and there ain’t nobody that can help you with that.

Ada tiga penulis di film ini. Pertama, Clay Hammond (Dennis Quaid), yang membuka film dengan membacakan bagian pertama novelnya, The Words. Kedua, Rory Jansen (Bradley Cooper), pria dalam novel itu yang dikisahkan terbentur kegagalan dan penolakan berkali-kali sehingga harus menelan harga diri untuk membiayai hidup sebelum menikah. Ketiga, seorang pria muda eks militer (Ben Barnes) yang tinggal di Prancis dan bekerja sebagai jurnalis koran kecil bersama istrinya yang cantik, Celia. Suami Celia ini hadir dalam novel Rory, The Window Tears, yang mendapat sambutan meriah dan membuahkan penghargaan bergengsi.

Cerita berbingkai disuguhkan menarik, tidak membingungkan. Alurnya agak pelan, “sepi”, namun tidak membuat saya mengantuk dengan suguhan pemandangan aneka lokasi yang menawan. Daya tarik film ini adalah penokohan penulis pria. Saya termasuk penggemar karya-karya penulis pria (tanpa mengesampingkan atau merendahkan pengarang wanita yang berbakat) serta dihinggapi rasa penasaran akan kemampuan mereka bertutur lembut dan romantis sehingga menghasilkan kisah drama roman yang tidak kalah memesona dengan penulis wanita. Ada penulis yang menikmati popularitas, ada penulis yang merasa itulah jalan hidupnya kendati harus jatuh-bangun, ada juga penulis yang “tidak sengaja”, didorong kepedihan dan frustrasi sehingga membutuhkan obat jiwa, dan tak pernah menulis satu kata pun semenjak menuntaskan yang pertama. Benang merahnya jelas, arti karya bagi ketiga penulis tersebut.

Sepanjang alur film ini, saya bisa menyelami perasaan suami Celia. Dia sudah meninggalkan tanah kelahiran, menjalani hidup yang benar-benar baru, dan ternyata satu musibah dapat meretakkan hubungan suami-istri. Kadar melankolisnya pas, tidak kehilangan unsur maskulin.

Ini film ketiga mengenai penulis yang menerbitkan karya orang lain setelah A Murder of Crows dan You Will Meet A Tall Dark Stranger. Juga kali kedua menyaksikan Bradley Cooper memerankan penulis, selain dalam Limitless.

Ending-nya unik dan memukau. Sangat memuaskan.

Skor: 5/5

Sumber poster: flixster


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

One Response to “ The Words (2012) ”

  1. gravatar nung Reply
    January 14th, 2013

    catet dulu ah, ntar kalo pergi ke sawah jadi petani. barusan panen csi sisen 6, sama criminal mind sisen tujuh dan satu drama korea (hahaha)

Leave a Reply

  • (not be published)