Terilhami artikel Melody Violine, saya tanpa sengaja melirik materi editan dan ternyata variatif juga di sana. Penulisnya tidak terus-terusan memakai “to say”.

Beberapa contoh:

Jordan drawled

Darwin raised his brows.

Lucia interjected.

Lucia sighed in relief.

Bahkan di sebagian besar kalimat, yang digunakan adalah gestur sebelum dan sesudah dialog.

He turned toward Darwin. “It’ll be cold this afternoon.”

He shrugged. “I’ve decided I’d enjoy the fresh air.”

Darwin looked disappointed, but he quickly hid it. “Of course, Your Grace.”

Entah apakah latar cerita (zaman dulu) berpengaruh, sebab di naskah lain yang berlatar waktu kontemporer, “said” masih mendominasi. Namun ada juga yang seperti ini:

“What happened?” he snapped.

“Trial by jury. It’s full of risks,” Jackson said.

Mr. Dover slapped the table and barked, “What went wrong?!”


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)