Ini semacam upaya membangkitkan mood juga, supaya tidak terlalu mendominasi. Semasa SD saya pernah membaca cerpen di Majalah Bobo tentang anak yang rajin mengerjakan PR dan tugas di hari Minggu. Kiatnya: duduk di depan meja belajar minimal satu jam.

Beberapa tahun silam, ada juga artikel pendek di majalah wanita yang waktu itu saya beli teratur mengenai cara mengisi waktu. Katakanlah, agar saat nonton TV tidak jadi buang waktu percuma. Ini ada benarnya. Kami pernah mencoba satu hari menyalakan TV sejak pagi. Kala itu kami tinggal di rumah orangtua dan tempat tidur persis berhadapan dengan televisi. Alhasil, sehari total kami baring-baringan saja sambil nonton.

Menurut majalah tadi, beberapa hal bisa dilakukan sambil nonton TV (tepatnya ketika iklan tayang). Waktu itu smartphone belum menjamur. Majalah tersebut menyarankan antara lain memotong-motong kertas, membuang sampah, memotong-motong sayuran untuk dimasak esok pagi, dan merendam cucian. Kelihatan remeh, tapi kalau kurang “niat” mengerjakannya memang bisa ditunda terus. Sebaliknya, kalau dikerjakan lumayan meringankan tugas rumah secara keseluruhan.

Kembali ke topik di judul tulisan ini, ada artikel yang cukup membantu menurut saya. Nomor 4 dan 6 yang paling sering saya lakukan, walaupun sudah lama juga saya tidak back-up data ke harddisk eksternal. Selalu banyak alasan, apalagi sedang musim pemadaman bergilir:p

Berikut beberapa hal yang saya kerjakan saat tidak mood, sembari berusaha tetap di sekitar meja kerja dan membuka materi seperti foto di atas.

  1. Mengubah tampilan blog lain, melihat-lihat theme yang baru
  2. Menghapus file lama setelah yakin benar-benar tidak akan dibutuhkan lagi
  3. Mendekatkan barang-barang yang sering diperlukan ketika bekerja agar mudah dijangkau. Sedapat mungkin saya tidak membereskan meja terlalu rapi karena jadi sulit menemukan barang tertentu.
  4. Blogwalking.
  5. Chat dengan teman. Kadang mengetahui mereka sudah dapat sekian halaman atau hampir selesai bisa mendorong semangat saya lagi.
  6. Menulis di blog ini. Kalaupun mentok, saya mengotak-atik postingan lama. Menjadikannya sticky post atau mengubah tanggal setelah ditambahi sedikit. Saya tidak mendewakan jumlah kunjungan, tapi senang juga melihat pertambahan angka klik ketika postingan lama dipampang kembali.
  7. Melihat-lihat plugin yang perlu dihapus atau diganti dengan yang lebih seru.
  8. Menampilkan widget tertentu atau mengubahnya, seperti infografis di halaman muka blog ini.
  9. Mengubah dan mematut-matut galeri karya.
  10. Mengoprek program, mengingat masih banyak sekali yang belum saya ketahui seputar Windows 7 dan Word 2007. Misalnya yang diinformasikan teman satu ini.
  11. Membaca-baca dan nonton profil atau pencapaian terbaru orang-orang kreatif di luar perbukuan. Contohnya ini:

  1. Membaca-baca berkas materi lama yang masih saya simpan. Terutama yang printout supaya mata tidak jenuh melihat monitor. Saya juga suka sekali gemeresik kertas serta mencoret-coretnya:D
  2. Kalau masih kurang semangat juga, saya mengerjakan bagian paling sederhana (bukan yang termudah sih, sebenarnya) di naskah yang dihadapi. Contohnya mengecek dengan Ctrl+R kata “masuk ke dalam” di sepanjang naskah.

Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)