Ini berdasarkan sedikit pengalaman saya mengikuti beberapa diskusi buku, baik sebagai narasumber maupun peserta. Saran-saran ini diperuntukkan peserta.

  • Seperti di bioskop, kebisingan sangat mengganggu kelangsungan diskusi. Matikan ponsel dan hindari sedapat mungkin mengobrol. Terutama jika diskusi diadakan dalam ruangan.
  • Apabila hendak meninggalkan lokasi lebih awal, sebaiknya tidak “serentak” berdiri. Melangkah pelan-pelan, kemudian satu per satu jika Anda pergi bersama teman.
  • Sekiranya belum membaca buku tersebut, luangkan barang sekejap untuk membaca sinopsis dan satu-dua halaman. Simak pula uraian narasumber. Dengan demikian, tidak terlontar pertanyaan yang sebenarnya bisa ditemukan sendiri jawabannya. Atau mengulang hal yang sudah dijelaskan sedari mula oleh narasumber/moderator.
  • Jika kesempatan bertanya hanya satu kali, jangan memaksa menambah.
  • Ketika narasumber menjawab, simak penjelasannya. Asal bertanya kemudian mengabaikan jawaban berarti tidak menghargai yang ditanya.
  • Sedapat mungkin dengarkan pertanyaan peserta diskusi lain agar tidak mengulang.
  • Apabila sudah tahu dari awal bahwa Anda tidak bisa mengikuti sampai selesai atau perlu keluar sekali-sekali, sangat disarankan duduk di deretan ujung atau belakang saja.
  • Bila diskusi buku pernah dilakukan di tempat lain sebelumnya, kadang penyelenggara menulis semacam laporan ringkas. Ada baiknya kita membaca laporan tersebut untuk memunculkan “ide” pertanyaan yang menarik sehingga diskusi tidak datar dan narasumber bertambah semangat.

Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)