Dalam rentang waktu itu, saya mengikuti seri CSI Las Vegas sampai season 13 (kalau tak salah) dan sering menonton TV.

 

  1. Reclaim

Pertama kalinya saya nonton Ryan Philippe main film laga. Thriller-nya terasa di bagian awal. Cukup menarik karena sindikat perdagangan manusia memanfaatkan pasangan yang sangat kepingin punya anak. Ada hal yang tidak begitu saya sepakati di sini, namun mungkin jika terjadi dalam kehidupan nyata, tak ada pilihan lain.

2. Song One

Tumben, film Anne Hathaway yang ini tidak begitu bagus. Yang menarik hanyalah… potongan rambutnya. Mirip Demi Moore zaman Ghost.

3. The Humbling

Bukan Al Pacino kayaknya jika tidak memerankan karakter eksentrik. Saya lupa apakah dia menderita penyakit tertentu atau sekadar sudah sepuh dan di ambang post power syndrome. Alurnya membosankan bagi yang tidak biasa, sedangkan bagi saya… akhir film ini pun keren.

4. White Bird in A Blizzard

Cerita remaja memang bukan berarti cinta-cintaan ringan. Menurut film yang diangkat dari buku ini, kejadian tragis dalam keluarga bisa meninggalkan tanda tanya besar sampai si remaja beranjak dewasa sekalipun. Pengelupasan plot yang unik dan saya benar-benar tidak menduga ketika misterinya terkuak.

5. A Love Song for Bobby Long

Akhirnya saya tonton juga film beralur relatif lambat ini. Kapan lagi lihat John Travolta main drama jadi bapak-bapak? Ada unsur penulis, pertentangan keluarga, warisan, dan Scarlett Johansson memerankan gadis remaja. Terasa agak susah diterima akal, namun mungkin karena fisiknya yang relatif mungil. Drama yang bermutu dan getir.

6. Million Dollar Arm

Salah satu film dari kisah nyata yang sangat memotivasi dan menyentuh. Bukan semata karena ada unsur Indianya, tapi kerja kerasnya, humornya, dan yang paling saya ingat: rumah seorang perawat yang mesti mengedepankan kebersihan dalam pekerjaan ternyata berantakan:))

7. Joe

Akhir film ini agak mudah diterka, tapi saya tak mau melewatkan kesempatan belajar dari karakter Nicholas Cage yang menaruh kepedulian pada remaja yang bukan anaknya dan menjalani hidup dalam kekerasan.

8. Poetry

Film yang saya tunda-tunda karena saking nyeseknya. Yah Korea, mau gimana lagi… film ini lumayan nyeni dan bisa jadi sulit dimengerti.

9. Finding Forrester

Ditonton di sela-sela kerja, sembari pindah kantor ke sana kemari. Sean Connery tak pelak memukau. Saya paling terkesan oleh ketegasannya mengajarkan bahwa bertanya pada orang lain haruslah mengenai hal yang memang urusan kita, bukan mengusik privasi orang yang kita tanya.

10. Insidious: Chapter 3.

Biasa saja, tidak terlalu seram. Buktinya saya tidak terlalu ingat ada apa di situ:p

11. The Spectacular Now

Film remaja yang bikin emosi bergolak. Menggambarkan dengan tepat betapa labilnya, betapa bikin gregetannya anak-anak muda pada usia itu.

12. Soul Surfer

Film dari kisah nyata yang saya tonton sebagai bagian riset menerjemahkan Winners. Jalan keluar yang disodorkan lumayan menarik dan bikin merenung. Tangan palsu yang diajukan sponsor dan ternyata tidak cocok cukup menggetarkan secara mental. Memang tidak semua permasalahan perlu “dipecahkan” dengan cara pandang manusia.

13. Neighbors

Problemnya sangat natural dan lazim terjadi dalam keseharian kita. Kemasan komedinya cukup bagus, bisa membuat saya geli, dan akhirnya sadar kadang kita “tidak ke mana-mana” sehingga harus bertahan dan mengakali keadaan.

14. Nightcrawlers

Ada sesuatu pada raut dan ekspresi Jake Gyllenhaal, yang ternyata pas banget di film ini. Sungguh tak terbayang jika pekerja televisi yang penuh tekanan dan sewaktu-waktu bisa “ditendang” harus berhadapan dengan pekerja lepas yang psikopat.

15. Headhunters

Thriller Eropa Timur memang tidak biasa. Saya sempat terkecoh juga. Film ini saya ketahui dari seorang mantan praktisi perbukuan yang sempat berjumpa penulisnya. Malah saya baru tahu bahwa Jo Nesbo itu pria:))

16. The Maze Runners

Filmnya cowok banget, seperti bukunya. Saya nggak begitu konsen menonton film yang lumayan panjang ini karena dicereweti dua abege yang nonton bareng.

17. Serena

Lagi-lagi Bradley Cooper jadi pria pemikat. Tapi saya kurang simpati dengan karakter Jennifer Lawrence di sini.

18. Ride

Helen Hunt jadi ibu beranak remaja/menjelang dewasa. Menambah pengetahuan ihwal perilaku remaja yang kerap mengambil keputusan mendadak dan naluri keibuan yang berusaha “meluruskan segalanya”. Kagum sekali ketika Helen Hunt bisa berselancar:) Tapi yang lebih mengesankan, saat sang sopir limo yang disewanya hendak izin untuk menjemput anak dari sekolah dan penyewa tidak keberatan, malah menyuruh sopirnya menjemput dengan limo sekalian.

19. The Imitation Game

Misteri dan kode memang layak disimak, buat saya pribadi. Namun dialog favorit saya justru ketika karakter yang diperankan Keira Knightley menegaskan bahwa perkawinan yang “tidak lazim” menurut standar rumah tangga masa itu, yang artinya saling melayani, bukan kehidupan yang dia inginkan. Dengan alasan berbeda, saya sendiri berpikir bahwa pasangan hidup sebaiknya memang bisa menjadi teman. Di samping itu, saya paling suka mengulang-ulang keheranan Alan Turing perihal cara komunikasi manusia yang suka “berkode” namun lawan bicaranya diharuskan mengerti maksudnya.

20. Gone Girl

Setelah ditahan-tahan karena belum baca bukunya, saya tonton juga. Selalu ada pengalaman menarik jika nonton dulu baru baca. Gaya plotnya khas teknik Gillian Flynn, meski tidak terlalu mengejutkan dalam perkara misteri. Saya justru merenungkan bagian pemicu masalah rumah tangga Amy, yakni sama-sama kehilangan pekerjaan dan nyaris bangkrut.

21. Spare Parts

Banyak bahasa latinnya yang diucapkan dengan cepat sekali, namun saya malah suka dan berandai menguasai bahasa ini:p Film dari kisah nyata yang mengangkat pendidikan bagi anak-anak Hispanik, kesempatan, dan cara berdialog dengan remaja yang “just kids” menurut salah satu guru yang diperankan Marisa Tomei. Saya tertarik mengamati Lorenzo yang tidak bertele-tele dalam teori tapi malah sangat menguasai praktik bertukang dan sejenisnya. Di sini juga ada Esei Morales, yang sempat jadi bintang tamu Criminal Minds.

22. Black Or White

Kevin Costner jadi kakek. Sudah cukup berat ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, hak asuh cucu satu-satunya hendak dimejahijaukan oleh nenek pihak ayah si cucu. Elliott, sang pengacara yang tengah mengalami masa getir itu, mengajarkan saya menghadapi “orang yang tidak diinginkan” secara patut. Yang tak kalah cemerlang adalah sosok Duvan, guru pribadi Eloise. Pemuda cerdas ini juga mengajarkan matematika pada Elliott, di samping nantinya menjadi sopir karena satu dan lain hal. Banyak yang dapat saya pelajari, masalah waktu demi keluarga, kesiapan mengeluarkan biaya, cara komunikasi, dan kejujuran ketika menyimpan rasa sakit hati.

23. Love, Rosie

Plot ulang-aliknya yang menggemaskan sungguh khas Cecelia Ahern, penulis novel yang jadi bahan dasar film ini. Karakter baru yang berhasil diperankan si imut Lily Collins. Jadilah film komedi romantis yang tidak membosankan karena untuk mencapai akhir bahagia, harus berjuang dan menunggu waktu yang tepat. Bukan “menggampangkan” dengan lari-lari mengejar penuh penyesalan ke bandara.

24. The Monuments Men

Teropongan mengenai para seniman dan pakar seni yang terjun ke militer untuk menyelamatkan karya yang hilang di zaman Perang Dunia. Saya sering cekikikan karena bahasa Prancis Matt Damon dikritik oleh karakter yang diperankan Cate Blanchett. Belum lagi ada orang Prancis yang hobi mengumpat, bahkan menjelang maut. Lumayanlah walau saya tidak begitu mencerna bagian seninya.

Dalam rentang waktu itu, saya mengikuti seri CSI Las Vegas sampai season 13 (kalau tak salah) dan sering menonton TV. https://www.youtube.com/watch?v=yqlE-7PP7Ho   Reclaim Pertama kalinya saya nonton Ryan Philippe main film laga. Thriller-nya terasa di bagian awal. Cukup menarik karena sindikat perdagangan manusia memanfaatkan pasangan yang sangat kepingin punya anak. Ada hal yang tidak begitu saya sepakati di sini, namun mungkin jika terjadi dalam kehidupan nyata, tak ada pilihan lain. 2. Song One Tumben, film Anne Hathaway yang ini tidak begitu bagus. Yang menarik hanyalah... potongan rambutnya. Mirip Demi Moore zaman Ghost. 3. The Humbling Bukan Al Pacino kayaknya jika tidak memerankan karakter eksentrik. Saya lupa apakah dia menderita penyakit tertentu atau sekadar sudah sepuh dan di ambang post power syndrome. Alurnya membosankan bagi yang tidak biasa, sedangkan bagi saya... akhir film ini pun keren. 4. White Bird in A Blizzard Cerita remaja memang bukan berarti cinta-cintaan ringan. Menurut film yang diangkat dari buku ini, kejadian tragis dalam keluarga bisa meninggalkan tanda tanya besar sampai si remaja beranjak dewasa sekalipun. Pengelupasan plot yang unik dan saya benar-benar tidak menduga ketika misterinya terkuak. 5. A Love Song for Bobby Long Akhirnya saya tonton juga film beralur relatif lambat ini. Kapan lagi lihat John Travolta main drama jadi bapak-bapak? Ada unsur penulis, pertentangan keluarga, warisan, dan Scarlett Johansson memerankan gadis remaja. Terasa agak susah diterima akal, namun mungkin karena fisiknya yang relatif mungil. Drama yang bermutu dan getir. 6. Million Dollar Arm Salah satu film dari kisah nyata yang sangat memotivasi dan menyentuh. Bukan semata karena ada unsur Indianya, tapi kerja kerasnya, humornya, dan yang paling saya ingat: rumah seorang perawat yang mesti mengedepankan kebersihan dalam pekerjaan ternyata berantakan:)) 7. Joe Akhir film ini agak mudah diterka, tapi saya tak mau melewatkan kesempatan belajar dari karakter Nicholas Cage yang menaruh kepedulian pada remaja yang bukan anaknya dan menjalani hidup dalam kekerasan. 8. Poetry Film yang saya tunda-tunda karena saking nyeseknya. Yah Korea, mau gimana lagi... film ini lumayan nyeni dan bisa jadi sulit dimengerti. 9. Finding Forrester Ditonton di sela-sela kerja, sembari pindah kantor ke sana kemari. Sean Connery tak pelak memukau. Saya paling terkesan oleh ketegasannya mengajarkan bahwa bertanya pada orang lain haruslah mengenai hal yang memang urusan kita, bukan mengusik privasi orang yang kita tanya. 10. Insidious: Chapter 3. Biasa saja, tidak terlalu seram. Buktinya saya tidak terlalu ingat ada apa di situ:p 11. The Spectacular Now Film remaja yang bikin emosi bergolak. Menggambarkan dengan tepat betapa labilnya, betapa bikin gregetannya anak-anak muda pada usia itu. 12. Soul Surfer Film dari kisah nyata yang saya tonton sebagai bagian riset menerjemahkan Winners. Jalan keluar yang disodorkan lumayan menarik dan bikin merenung. Tangan palsu yang diajukan sponsor dan ternyata tidak cocok cukup menggetarkan secara mental. Memang tidak semua permasalahan perlu "dipecahkan" dengan cara pandang manusia. 13. Neighbors Problemnya sangat natural dan lazim terjadi dalam keseharian kita. Kemasan komedinya cukup bagus, bisa membuat saya geli, dan akhirnya sadar kadang kita "tidak ke mana-mana" sehingga harus bertahan dan mengakali keadaan. 14. Nightcrawlers Ada sesuatu pada…

Kesan Rinurbad

The Monuments Men - 7.8
Love, Rosie - 8.4
Black or White - 9.6
Spare Parts - 9.2
Gone Girl - 9.2
The Imitation Game - 8.9
Ride - 9.1
The MaZe Runners - 7.5
Headhunters - 9.2
Nightcrawler - 9.6
Neighbors - 9
Soul Surfer - 8.6
The Spectacular Now - 9
Insidious Chapter 3 - 7.8
Finding Forrester - 9.6
Poetry - 9.6
Joe - 8.9
Million Dollar Arm - 9.8
A Love Song for Bobby Long - 9.4
Serena - 7.5
A White Bird in the Blizzard - 9.2
The Humbling - 9
Song One - 7.3
Reclaim - 8

8.8

Gado-gado

Tetap banyak drama, malah jarang thriller-nya

User Rating: Be the first one !
9

Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)