Tidak ingat lagi soalnya, sejak postingan borongan ini. Jadi nulisnya juga tidak urut sesuai kenyataan/waktu nonton.

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/My_Old_Lady_(film)

  1. My Old Lady

Melebihi ekspektasi saya. Selalu menarik menyimak cerita budaya Prancis yang rumit (termasuk sistem hukumnya), konflik keluarga, perilaku lansia yang kadang menggelikan, dan akting prima para aktornya tentu saja:D

 

2. Anesthesia

Murni nonton karena judulnya, sembari menebak-nebak apakah mirip dengan tema senada yang pernah saya tonton. Nggak nendang amat, tapi juga nggak jelek. Betapa akhir hidup seseorang sangat tak disangka-sangka, dan kita harus pandai melihat kesempatan untuk menentukan sesuatu.

3. Louder Than Bomb

Cocok ditonton pehobi fotografi karena tokoh sentralnya seorang fotografer perang. Saya dibuat trenyuh oleh risiko pekerjaan sang fotografer terhadap keluarganya, dampak kematiannya terhadap anak-anaknya, dan hubungan kedua anak itu dengan ayah mereka. Ada lagi yang dapat saya petik dari kehidupan lansia dan profesinya, tapi jadi spoiler bila saya tulis di sini:))

4. Agoraphobia

Jarang-jarang melihat Tony Todd tidak menjadi antagonis, dan hanya tampil sekilas pula. Sebenarnya topik agoraphobia ini menarik, sayang belakangan jadi mudah diterka dan tidak menyeramkan lagi.

5. Sybil

Adaptasi dari buku yang mengangkat kisah nyata mencekam itu. Saya terpukau, masih terbawa kengerian dan ketegangannya. Cukup setia pada buku dan tetap bernapas drama thriller yang kuat.

6. The Accused

Jelaslah baru saya tonton sekarang, pas tayang dulu saya masih SMP (atau malah SD). Tidak salah nonton film jadul ini, kendati tema pemerkosaan sering bikin mimpi buruk. Akting Jodie Foster benar-benar bagus.

7. Working Girl

Sama jadulnya dengan film di atas. Mau lihat Alec Baldwin masih culun, Melanie Griffith dengan gaya rambut antik, atau Harrison Ford main drama? Ya di sini:D

8. 45 Years

Benarkah pasangan kita tidak punya rahasia? Bagaimana reaksi kita jika masa lalu itu terungkap? Sudah pasti ada pengaruhnya. Film yang agak lambat tapi sama sekali tidak membosankan buat saya. Akhirnya, terutama.

9. Concussion

Film drama Will Smith yang bukan main bagusnya. Dua jam jadi tidak terasa. Menambah pengetahuan seputar medis dan olahraga football.

10. Fathers and Daughters

Film yang saya rekomendasikan kepada seorang teman penulis dan dia menyukainya. Paling saya ingat ucapan Russell Crowe kepada anaknya, “We live in United States of money.”

11. Genius

Kadang rekan kerja seperti anggota keluarga, bahkan melebihi anak sendiri. Sangat mengharukan hubungan sang editor dengan pengarang berbakatnya yang labil. Film yang menyentuh dari segi emosi dan profesionalisme.

12. Into The Forrest

Pernah membayangkan hidup tanpa listrik berhari-hari, bahkan berbulan-bulan? Film Eropa ini bikin deg-degan tapi sulit berhenti menontonnya. Berbagai kejadian yang tak pernah terpikirkan ternyata mungkin berlangsung dalam kondisi serba minim, gelap, dingin, dan tidak pasti. Bagian akhirnya masih masuk akal untuk saya.

13. Million Dollar Baby

Saya tidak menyesal menunda-nunda nonton film ini. Pengaruhnya terlalu lama. Saya pernah melihat dan bertemu langsung orang yang menyayangi anak lain seperti darah dagingnya sendiri. Bukan sekali pula melihat orangtua dan saudara yang tega membicarakan harta ketika anak yang sudah banting tulang tengah tiarap. Akhir film ini bikin saya merenung.

14. Spotlight

Film yang perlu ditonton para peminat jurnalisme, dan salah satu film terbaik Mark Ruffalo.

15. The Fundamentals of Caring

Paul Rudd jadi alasan nomor satu, baru topiknya yang jarang dibahas di Indonesia. Saya nonton pada saat yang tepat, dapat banyak masukan dan didukung secara moril. Merawat orang sakit bukan berarti mengorbankan kepentingan pribadi dan jiwa sendiri, apalagi jika pasiennya sakit serius dan menahun. Serunya lagi, si pasien adalah remaja yang sangat ceria dan eksentrik, dalam arti bukan pemurung dan pemarah.

16. The Lady in The Van

Film khas Inggris yang lambat sekali. Banyak pertanyaan dibiarkan tak terjawab, atau sekadar samar dijelaskan. Tapi layak tonton dan kadang bikin senyum juga, kok.

17. The Rewrite

Hugh Grant cocok jadi pengarang frustrasi, asalkan tidak lupa usia:D

18. The Intern

Salah satu film terasyik kerja sama Robert de Niro dan Anne Hathaway. Saya suka gagasan memberdayakan lansia/pensiunan seperti ini.

19. The Daughter

Termasuk film paling bagus dengan tema keluarga, reuni, dan persahabatan yang digali amat baik. Satu rahasia dapat menghancurkan banyak orang, banyak kehidupan, termasuk masa depan. Jenis drama favorit saya.

20. If The Cats Disappeared from The World

Saya sebetulnya tak terlalu suka film Jepang, entah kenapa. Judulnya juga bikin “takut sedih” duluan. Tapi seperti Korea yang hobi mengeksploitasi drama sedih, tetap saja sulit mengabaikan film ini sambil mikir, “Kok bisa sih dia hidup sendirian?” “Kok bisa gini… gitu…” dan seterusnya.

21. Little Men

Ini juga bagus banget, persahabatan dua anak tapi bukan film kanak-kanak. Sering terjadi di dunia nyata karena masalah warisan menjadi duri, hubungan bisnis yang dipersoalkan karena kedua belah pihak tengah sama-sama butuh.

22. It’s A Kind of Funny Story

Film bermutu juga, mengisahkan polah remaja yang harus rawat inap di rumah sakit psikiatri. Reaksi keluarga, teman-teman sekolah, dan perkembangan terapinya. Relevan dengan fenomena sekarang yang menunjukkan tingginya angka bunuh diri di kalangan remaja.

23. Mothers and Daughters

Hubungan ibu dan anak perempuan sering kali memang bergejolak. Di sini ada lebih dari satu kisah, menghadirkan sudut pandang yang berbeda-beda. Cukup menghibur.

 

Tidak ingat lagi soalnya, sejak postingan borongan ini. Jadi nulisnya juga tidak urut sesuai kenyataan/waktu nonton. Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/My_Old_Lady_(film) My Old Lady Melebihi ekspektasi saya. Selalu menarik menyimak cerita budaya Prancis yang rumit (termasuk sistem hukumnya), konflik keluarga, perilaku lansia yang kadang menggelikan, dan akting prima para aktornya tentu saja:D   2. Anesthesia Murni nonton karena judulnya, sembari menebak-nebak apakah mirip dengan tema senada yang pernah saya tonton. Nggak nendang amat, tapi juga nggak jelek. Betapa akhir hidup seseorang sangat tak disangka-sangka, dan kita harus pandai melihat kesempatan untuk menentukan sesuatu. 3. Louder Than Bomb Cocok ditonton pehobi fotografi karena tokoh sentralnya seorang fotografer perang. Saya dibuat trenyuh oleh risiko pekerjaan sang fotografer terhadap keluarganya, dampak kematiannya terhadap anak-anaknya, dan hubungan kedua anak itu dengan ayah mereka. Ada lagi yang dapat saya petik dari kehidupan lansia dan profesinya, tapi jadi spoiler bila saya tulis di sini:)) 4. Agoraphobia Jarang-jarang melihat Tony Todd tidak menjadi antagonis, dan hanya tampil sekilas pula. Sebenarnya topik agoraphobia ini menarik, sayang belakangan jadi mudah diterka dan tidak menyeramkan lagi. 5. Sybil Adaptasi dari buku yang mengangkat kisah nyata mencekam itu. Saya terpukau, masih terbawa kengerian dan ketegangannya. Cukup setia pada buku dan tetap bernapas drama thriller yang kuat. 6. The Accused Jelaslah baru saya tonton sekarang, pas tayang dulu saya masih SMP (atau malah SD). Tidak salah nonton film jadul ini, kendati tema pemerkosaan sering bikin mimpi buruk. Akting Jodie Foster benar-benar bagus. 7. Working Girl Sama jadulnya dengan film di atas. Mau lihat Alec Baldwin masih culun, Melanie Griffith dengan gaya rambut antik, atau Harrison Ford main drama? Ya di sini:D 8. 45 Years Benarkah pasangan kita tidak punya rahasia? Bagaimana reaksi kita jika masa lalu itu terungkap? Sudah pasti ada pengaruhnya. Film yang agak lambat tapi sama sekali tidak membosankan buat saya. Akhirnya, terutama. 9. Concussion Film drama Will Smith yang bukan main bagusnya. Dua jam jadi tidak terasa. Menambah pengetahuan seputar medis dan olahraga football. 10. Fathers and Daughters Film yang saya rekomendasikan kepada seorang teman penulis dan dia menyukainya. Paling saya ingat ucapan Russell Crowe kepada anaknya, "We live in United States of money." 11. Genius Kadang rekan kerja seperti anggota keluarga, bahkan melebihi anak sendiri. Sangat mengharukan hubungan sang editor dengan pengarang berbakatnya yang labil. Film yang menyentuh dari segi emosi dan profesionalisme. 12. Into The Forrest Pernah membayangkan hidup tanpa listrik berhari-hari, bahkan berbulan-bulan? Film Eropa ini bikin deg-degan tapi sulit berhenti menontonnya. Berbagai kejadian yang tak pernah terpikirkan ternyata mungkin berlangsung dalam kondisi serba minim, gelap, dingin, dan tidak pasti. Bagian akhirnya masih masuk akal untuk saya. 13. Million Dollar Baby Saya tidak menyesal menunda-nunda nonton film ini. Pengaruhnya terlalu lama. Saya pernah melihat dan bertemu langsung orang yang menyayangi anak lain seperti darah dagingnya sendiri. Bukan sekali pula melihat orangtua dan saudara yang tega membicarakan harta ketika anak yang sudah banting tulang tengah tiarap. Akhir film ini bikin saya merenung. 14. Spotlight Film yang perlu ditonton para peminat jurnalisme, dan salah satu film terbaik…

Kesan Rinurbad

Mengasyikkan

Banyak yang bermutu, dan masih didominasi drama seperti kemarin-kemarin.

User Rating: Be the first one !
0

Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

PREVIOUS ARTICLE

Leave a Reply

  • (not be published)