kerja

Suatu ketika sewaktu berbelanja bulanan di sebuah toserba, saya tersadar bahwa tempat itu merupakan salah satu klien di kantor ketika saya menjadi copywriter sekian tahun silam. Bisa dikatakan kami melanggani toserba ini, kadang-kadang ke cabangnya di kota sebelah jika sedang berada di sana. Pasalnya, ini tempat nongkrong terdekat sehingga kami bisa sekaligus ke ATM, makan (adakalanya makan di warung bakso sebelahnya), dan alasan lumayan kuat saat ini: membeli selasih yang tinggal seduh untuk ibu dan adik saya. Mereka kesulitan menemukannya di supermarket mana pun di daerah selatan sana.

Saya ingat betul, ini salah satu tugas yang variatif dari kantor. Biasanya saya menangani company profile perusahaan garmen dan IT yang waktu itu menjadi mayoritas klien kami, begitu pula FO yang sedang menjamur. Tugasnya sih sama saja, menulis dan menerjemahkan company profile, membaca ulang materi, menilik foto-foto untuk konten, menulis keyword, untungnya sudah punya tagline sendiri. Toserba ini termasuk yang sudah lama beroperasi di Indonesia. Menariknya, di company profile ada sedikit kisah sang pemilik merintis dan mendirikan usaha, mulai dari nol. Selain itu, saya menulis semacam bahan kuis interaktif agar situs mereka semakin menarik.

Toserba ini merupakan bagian nostalgia saya semasa kantoran. Sewaktu melihat-lihat lagi, situsnya sudah tidak ada dan berganti dengan halaman Facebook serta akun Twitter yang barangkali dipandang lebih efisien. Cukup dimaklumi di musim perampingan seperti sekarang. Bukan hanya itu, ternyata kantor tempat saya bekerja dulu sudah pindah alamat. Cukup jauh dari lokasi yang dulu.

Bagaimanapun, pihak atasan dan pengalaman berkantor itu berperan dalam kepekerjalepasan saya. Beberapa bulan setelah mengundurkan diri untuk berfokus pada sidang akhir, saya sempat menerima proyek copywriting bahasa Inggris dari manajer. Seperti diantarkan dan diberi bekal sebelum benar-benar “terbang” sendiri.

 

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)