Terilhami status-status FB Nur Aini ketika sedang mengedit terjemahan sendiri, saya menilik beberapa arsip mentah terjemahan (sebelum disetor ke editor) dan menemukan di antaranya:

  • Aku mulai mengambili kentang goreng, berharap bisa jabur untuk menelepon Rita.

Seharusnya “kabur”

 

  • “Tapi..tapi..aku harus duduk di lantai.  Duduk di kursi bertentangan dengan Aturan,” tukas sang lama.

Kurang satu titik lagi.

 

  • Tak ada lampu duduk yang menyembunyikan bayangan di sudut seperti penumpang gelap, atau peti kayu besar era Victpria yang berisi linen serta sachet-sachet lavender, dan berusaha keras menyingkirkan kelembapan selama bulan-bulan musim dingin.
  • Daapt kurasakan sekarang, hawa dingin di balik jumper, dan aku ingin mengenyahkannya, menginginkan kenyamanan dan aroma api.
  • Nyatanya, di balik dengugan lebah yang terus menerus ini, lebah pekerja tidak sepenuhnya bekerja.
  • Dalam masyarakat yang sangat teratur, beberpa jantan mengatur dan mengawasi seluruh anggota.

Hidup para editor dan proofreader atas kecermatannya! ^_^


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)