flixster.com

Daya tarik film ini, menurut saya, sebagai berikut:

1. Perkara hormon. Inginnya, semua ibu hamil tetap tampil segar dan percaya diri. Tapi toh pada satu titik, Wendy (Elizabeth Banks) menyerah. Ia tak seperti ibu mertua (tiri)nya, yang mirip unicorn, Skyler (Brooklyn Decker) yang tidak mengalami masalah jerawat, kenaikan berat badan, dan tetap dapat beraktivitas seperti biasa.

2. Parenting dari segi ayah. Para ayah pun gugup, tidak siap (kemudian dinasihati bahwa takkan pernah ada yang namanya siap), perlu berbagi. Yang saya garisbawahi, bahwa kesalahan ketika menjaga anak tidak perlu dibesar-besarkan sampai membuat panik.

3. Mengadopsi anak sekalipun membutuhkan kekompakan, utamanya menyangkut mental.

4. Tantangan pekerja lepas, seperti fotografer Holly (Jennifer Lopez). Rencana bisa buyar sewaktu-waktu, ditunda atau bahkan dilupakan. Jujur saja, saya lebih suka J-lo dalam perfilman ketimbang menyanyi dan menari.

5. Masalah-masalah kecil komunikasi pasutri. Mulai dari nama anak, meluangkan waktu dan kadang mengesampingkan pekerjaan, sampai menenggang rasa terhadap suami yang tidak klop dengan ayah mertua.

Film yang penuh warna dan bagi saya, mengandung banyak pelajaran sekaligus menyenangkan ditonton.

Skor: 4/5

Sumber poster


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)