badag

Belum lama ini di televisi, saya mendengar seorang pembawa acara berbicara begini, “Film ini disutradarai oleh Gareth Evans, yang di mana ini merupakan film pertamanya.”

Dalam bahasa cakapan, barangkali ini dianggap biasa. Tapi jika tertulis, menurut saya tidak enak dibaca. Namun belakangan saya mendapati sejumlah gejala pemakaian “yang” atau “yang… nya”. Besar kemungkinan terpengaruh bahasa asing. Berikut beberapa contoh:

  • Siapa yang kepadanya rakyat mendapat ketenangan akan dipahlawankan = Siapa yang menenangkan rakyat akan dipahlawankan.
  • Ada satu orang yang kepadanya kamu bisa setia = Ada satu orang yang membuatmu bisa setia/ada satu orang yang pantas mendapat kesetiaanmu (tergantung konteks)
  • Untuk seseorang yang kepadanya rembulan menangis = Untuk seseorang yang ditangisi rembulan
  • Wanita yang anaknya sudah lama tidak pulang = Anak wanita itu sudah lama tidak pulang
  • Rumah yang pintunya baru dipasang = Pintu rumah itu baru dipasang
  • Pria yang membuat banyak wanita terkesima karena senyumnya = Pria pemilik senyuman yang membuat banyak wanita terkesima
  • Pilihlah orang yang bersamanya kau bisa bahagia = Pilihlah orang yang menjadikanmu bahagia/membahagiakanmu

Contoh kalimat yang lebih panjang dan berkonteks lebih lengkap dapat dibaca di sana.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)