Ada wejangan mengatakan, jangan sering-sering menengok ke belakang. Yang penting adalah hari ini. Saya tidak sepenuhnya setuju.

Tak ayal, indikator pertambahan usia (baca: menua) adalah kegemaran mengenang yang sudah lalu. Salah satunya yang kami perbincangkan kemarin, ketika masih bisa menarik dua puluh ribu rupiah dari ATM sebuah bank pemerintah. Betapa sangat “menyelamatkan” ketika kondisi dompet tengah tipis kemudian saudara datang berkunjung selama beberapa hari.

Kami termasuk beruntung karena pada tahun-tahun merintis menjadi pekerja lepas (lagi), kami bertemu klien-klien baik hati yang memercayakan proyek penerjemahan. Sebagian besar berupa bahan kuliah. Bukan porsi kami untuk menilai beliau-beliau “semata banyak uang sehingga bisa membeli waktu”. Itulah pertanda jelas bahwa kesempatan dan rezeki bagi suatu pihak dapat mendatangkan rezeki pula bagi pihak lain.

Kadang-kadang pekerjaan yang kami peroleh bukan penerjemahan saja, tapi juga juru ketik lepas. Alhamdulillah perangkat komputer sederhana dapat kami pergunakan. Bahkan order-order pengetikan itu dapat menghidupi rental komputer kami yang kecil tanpa perlu bersaing (tidak sehat) dengan warnet di sekitar lokasi. Mengetik jadi menyenangkan karena saya mengerahkan keterampilan khusus (yang jujur, saya banggakan) untuk membaca tulisan tangan para sepuh. Maaf kalau terkesan sombong. Ini kenangan yang sangat berarti mengingat kini tulisan tangan tergolong barang langka. Saya masih ingat, kami pernah mengetik ditunggui klien yang “numpang makan malam” dengan membeli roti bakar dan susu dari kedai sebelah. Kami ditraktir sekalian.

Kali lain, ada peristiwa “ajaib”. Bukan pertama kalinya kami mengalami “kemisteriusan” seperti ini. Seorang klien mengundang bertemu, membayar di muka sekaligus menyerahkan sebagian bahan terjemahannya. Tunggu punya tunggu, tak ada kabar lagi. Kami cemas dan bersiap-siap harus mengembalikan uang, ternyata tidak perlu. Klien lain yang berkerabat dengannya hanya mengatakan beliau sehat dan baik-baik saja. Barangkali begitulah gerak “tangan Tuhan” yang tak mampu dijangkau akal manusia. Semoga klien budiman tersebut selalu dalam kasih sayang-Nya.

Pernah pula kami memperoleh honor tambahan berupa beras sekian kilogram dari kampung halaman klien. Silakan tertawa dan menganggap ini transaksi zaman purba. Namun bagi kami yang masa itu masih tertatih-tatih dan baru berhenti dari pekerjaan kantoran, itu berkah. Orangtua yang serumah ikut bahagia, apalagi beras tersebut bermutu tinggi dan belum tentu kami bisa membeli sendiri. Tidak hanya materi. Kebanyakan klien berbagi pengalaman dan mengajari kami secara tidak langsung mengenai berbagai bidang, termasuk manajemen dan menjalani kehidupan. Bukan “kebetulan”, mayoritas klien kami sudah berusia empat puluh tahun ke atas. Ada juga yang lansia dan memperkaya pengalaman unik kami yang terlalu panjang untuk diceritakan:)

Tanpa masa lalu, tak ada masa sekarang. Saya sependapat dengan kata orang bijak: bila memberi jangan mengingat-ingat, bila pernah diberi jangan sampai melupakan. Dan ketika menulis postingan ini, saya bersyukur atas satu karunia besar Tuhan. Ingatan.

 

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

4 Responses to “ Yang Perlu Dikenang ”

  1. gravatar lulu Reply
    May 26th, 2013

    Bikin terharu baca posting ini. Bener, rin, ga akan ada sekarang ini tanpa masa lalu. Sepahit apa pun kritik yg pernah kuterima (you know lah… :p), tanpa itu, aku ga mungkin sampai di titik ini.

    • gravatar Rini Nurul Reply
      May 26th, 2013

      I know, Lul. Alhamdulillah. Insya Allah Lulu akan menjadi mutiara (atau intan?) yang berkilau karena terpahat secara baik sesuai namamu:)

  2. gravatar Leila Reply
    May 28th, 2013

    Entah kenapa tulisan ini menghangatkan hatiku, Mbak :). Makasih ya sudah mengingatkan…

    • gravatar Rini Nurul Reply
      May 30th, 2013

      Terima kasih sudah baca, Lei:)

Leave a Reply

  • (not be published)